New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Makam Nyai Tembong, salah satu kucing candramawa peliharaan Paku Buwono X yang masih ada di trotoar Jl. Tanjung Anom, Grogol, Sukoharjo Rabu (27/10/2021)./JIBI-Solopos-Candra Putra Mantovani
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Makam berukuran kecil berada di sudut jalan di kawasan Solo Baru, Sukoharj. Nisan tersebut adalah makam hewan klangenan dalem milik Paku Buwono X, yakni kucing candramawa.
Makam tersebut berada tak jauh dari Patung Bundaran Bung Karno di Solo Baru. Letak makam tersebut juga tepat di trotoar yang berada di salah satu rumah makan dan bengkel milik warga setempat.
BACA JUGA: Pagar Pembatas di Nol KM Jogja Sudah Dibuka
Salah satu warga Tanjunganom RT 004/ RW 005, Grogol, Sukoharjo, Yudi, mengatakan makam tersebut sudah ada di depan rumahnya sejak sebelum dia lahir. Menurutnya, dari cerita yang didengar dari sesepuh di tempatnya, lokasi tersebut dulunya merupakan kompleks makam hewan peliharaan Paku Buwono X di masa pemerintahannya.
"Saya warga asli sini. Salah satu saksi tata kota juga. Dulu jalan di depan ini belum ada dan masih pemukiman dan sekitarnya area persawahan. Jalannya itu masih di seberang sana. Tapi karena ada tata kota, ya akhirnya banyak penggusuran dan jadi jalan ini," kata dia, Rabu (27/10/2021).
Dia mengatakan saat ini masih ada beberapa warga luar kota yang datang dan sekadar menabur bunga di makam tersebut. "Ya masih ada yang nyekar. Biasanya orang Jatim. Tapi saya biarkan saja, soalnya tidak mengganggu," imbuh dia.
Sementara itu, Canggah Dalem Paku Buwono X, KRMT L. Nuky Mahendranata, mengatakan makam tersebut merupakan makam kucing jenis candramawa yang diyakini berwarna hitam bernama Nyai Tembong. Kucing tersebut menurutnya merupakan salah satu hewan kesayangan Paku Buwono X saat itu. Sejarah tersebut diyakini dengan tulisan yang terdapat di nisan.
"Dulu di kawasan tersebut tempat pemakaman klangenan dalem. Di sebelah patung Bung Karno itu juga dulu sejarahnya tempat memandikan kerbau, gajah milik keraton. Bukti dulu sebagai makam klangenan dalem juga muncul karena warga setempat yang akan membangun rumah saat menggali tanah menemukan kerangka-kerangka hewan," katadia.
BACA JUGA: Mohamed Salah Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional Mesir
Saat masih menjadi area agararis, di makam tersebut kerap diadakan upacara adat dengan sesajian oleh para petani. Upacara tersebut demi keberhasilan panen dan menjauhkan dari wabah hama tikus.
"Karena itu makam kucing, dulu kerap ada sesajen dari para petani. Maksudnya agar terlindungi dari serangan hama tikus karena kucing predator alami tikus. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi karena memang sudah bukan area persawahan," ujar dia.
Saat ini makam tersebut dibiarkan berada di tengah trotoar. Warga setempat yang mengetahui keberadaan makam tersebut membiarkannya dan tidam berniat memindahkan makam karena dinilai tidak mengganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.