33 Penerbangan Terdampak Abu Letusan Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup
33 penerbangan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga 09.30 WIB.
Kode batang (QR Code) aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai aplikasi PeduliLindungi gagal menerapkan prinsip-prinsip pelindungan data pribadi.
Dalam rilis yang diterima Bisnis, ELSAM menilai aplikasi ini telah bertransformasi menjadi platform sapu jagad (one for all) yang melayai mulai dari pendaftaran vaksinasi, penerbitan sertifikat vaksin, eHAC untuk syarat perjalanan, integrasi dengan bukti tes Covid-19, serta barcode scan untuk mendeteksi lokasi, dan prasyarat memasuki area publik.
“Bahkan, belakangan pemerintah melontarkan wacana untuk menjadikan aplikasi ini sebagai sistem pembayaran (payment system). Pengembangan tersebut telah memunculkan beragam pertanyaan terkait dengan kepatuhan aplikasi ini terhadap prinsip-prinsip pelindungan data pribadi,” tulis keterangan tersebut, Selasa (28/9/2021).
ELSAM menyebutkan, PeduliLindungi telah gagal dalam memenuhi sejumlah prinsip, yaitu keabsahan dan transparansi; prinsip keterbatasan tujuan; prinsip minimalisasi data; prinsip akurasi; prinsip batasan penyimpanan; prinsip integritas dan kerahasiaan; serta prinsip akuntabilitas.
Pertama, penerapan prinsip keabsahan dan transparansi terkait erat dengan dasar hukum dalam pemrosesan data pribadi. Pemrosesan data aplikasi PeduliLindungi mendasarkan pada dasar hukum kepentingan publik, untuk penanganan pandemi. Namun, penggunaan dasar hukum ini tidak mencakup pengungkapan data kepada pengendali lain di sektor publik.
Baca juga: Begal Motor di Minggir Tertangkap di Temanggung Saat Makan Bakso
Kedua, prinsip keterbatasan tujuan, perubahan tujuan penggunaan aplikasi ini dari yang semula untuk contact tracing dan tracking dandikembangkan menjadi aplikasi multifungsi telah memunculkan permasalahan serius. Apalagi ketika pengembangan fungsi aplikasi ini melibatkan pihak ketiga, baik pemerintah atau swasta, yang juga berarti memberikan akses data kepada mereka.
Ketiga, problem lainnya adalah terkait penerapan prinsip minimalisasi data. Perubahan tujuan awal penggunaan aplikasi dari semula pelacakan lokasi, menjadi banyak fungsi, telah berdampak pada data yang dikumpulkan.
ELSAM menilai jika tujuan semata-mata untuk pelacakan lokasi, selain data untuk kebutuhan identifikasi, mestinya cukup meminta akses lokasi untuk diproses, pun semestinya ketika aplikasi itu digunakan, bukan sepanjang waktu.
“Tidak perlu kemudian mengakses data lain seperti media atau akses penyimpanan (storage). Risiko penyalahgunaan data pribadi akan makin besar dengan banyaknya metadata yang ikut terekam dari pengaksesan sejumlah data,” tulisnya.
Keempat, terkait prinsip akurasi, tantangan terbesarnya adalah proses otentikasi pengguna, untuk memastikan keotentikan, bahwa betul pengguna yang masuk (log in) berdasarkan identitas tertentu, adalah pemilik identitas tersebut.
Kelima, PeduliLindungi juga tidak memberikan informasi mengenai berapa lama data pribadi pengguna disimpan yang merupakan implementasi dari prinsip keterbatasan penyimpanan dan terkait dengan masa retensi data.
Keenam, besar dan luasnya data, termasuk data real time (lokasi) yang diproses oleh aplikasi PeduliLindungi mengharuskan pengendali data untuk menerapkan prinsip integritas dan kerahasiaan secara ketat.
Diperlukan Audit
ELSAM melanjutkan, dengan sejumlah catatan permasalahan tersebut di atas, menjadi sulit untuk menarik kesimpulan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi telah dilakukan secara akuntabel, yang menghendaki bahwa seluruh prinsip perlindungan data pribadi dipatuhi.
Oleh sebab itu, mereka melanjutkan penting bagi pemerintah dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memastikan sejumlah langkah, seperti adanya audit menyeluruh terhadap aplikasi PeduliLindungi untuk menjamin kepatuhannya pada prinsip-prinsip pelindungan data pribadi.
Pemerintah dinilai juga perlu mengevaluasi kebijakan privasi serta syarat dan ketentuan layanan aplikasi PeduliLindungi, untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip pelindungan data pribadi.
Selain itu, DPR diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi pengawasannya, terutama pada penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dengan pemerintah sebagai pengendali datanya, untuk menjamin perlindungan hak konstitusional atas privasi warga negara.
Tidak hanya itu, DPR dan Pemerintah juga perlu mengakselerasi proses pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi, dengan menghandirkan otoritas pengawas yang independen, guna menghindari risiko overlapping dalam perlindungan data pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
33 penerbangan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga 09.30 WIB.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.