Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Kasus positif Covid-19 di DIY bertambah 96 orang pada hari ini, Sabtu (25/9/2021). Penambahan terbanyak berasal dari Sleman dengan jumlah 38 kasus. Jumlah terbanyak selanjutnya yaitu Bantul 31 kasus, Kulonprogo 15 kasus, Gunungkidul 8 kasus, dan Jogja empat kasus. Secara keseluruahan, total kasus positif Covid-19 di DIY yaitu 154.495 orang.
Dari sisi riwayat, penambahan kasus terbanyak melalui tracing kontak kasus positif sebanyak 81 kasus. Berdasarkan pemeriksaan mandiri 12 kasus dan belum diketahui asalnya sebanyak tiga kasus.
Untuk jumlah orang yang diperiksa hari ini bertambah 7.956 orang. Sehingga orang yang telah diperiksa sejuah ini sebanyak 861.036 orang dari total masyarakat DIY 3.882.288 orang. Sementara untuk positif rate hari ini sebesar 1,21 persen.
Untuk jumlah kasus sembuh bertambah 249 kasus. Jumlah kasus sembuh berasal dari Sleman sebanyak 90 kasus, Bantul 88 kasus, Jogja 28 kasus, Gunungkidul 23 kasus, dan Kulonprogo 20 kasus. Sehingga total kasus sembuh di DIY menjadi 147.407 kasus.
Baca juga: Ditemukan Tujuh Tempat Jagal Anjing di Bantul
Beralih pada kasus meninggal, hari ini tercatat penambahan sebanyak lima orang. Dari Sleman pasien meninggal bertambah dua kasus. Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo pasien meninggal masing-masing bertambah satu kasus. Sementara untuk Jogja tidak ada kasus meninggal hari ini. Sehingga total kasus meninggal karena Covid-19 di DIY berjumlah 5.168 orang.
Untuk keterpakaian tempat tidur pasien di Rumah Sakit rujukan, jenis yang kritikal telah terpakai 74 unit dan masih tersedia sebanyak 244 unit. Sementara untuk non kritikal terpakai 274 dan masih tersedia 1.627 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.