Prabowo Setujui Proyek Energi Rp70 Triliun, Target Ekonomi 8 Persen
Pemerintah siapkan PLTG 2.000 MW senilai Rp70 triliun untuk dorong swasembada energi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Ilustrasi penjara./Dok. Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengadilan pemerintah Komunis Vietnam telah memenjarakan seorang pria selama lima tahun lantaran melanggar aturan karantina Covid-19.
Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (7/9/2021), pria bernama Le Van Tri yang berumur 28 tahun diketahui menyebarkan virus ke orang lain dan menerima hukuman penjara pada persidangan di Pengadilan Rakyat Provinsi Ca Mau.
Sekadar informasi, pria 28 tahun itu mudik dari zona merah di Ho Chi Minh ke kampung halamannya di Ca Mau. Provinsi itu mewajibkan masa karantina selama 21 hari di rumah bagi warga yang datang dari zona merah.
BACA JUGA: Ini 6 Gejala Rabun Jauh atau Mata Minus pada Anak
"Tri melakukan perjalanan kembali ke Ca Mau dari Kota Ho Chi Minh dan melanggar peraturan karantina 21 hari," demikian pernyataan amar putusan pengadilan, seperti dikutip Bisnis, Selasa (7/9/2021)
Lebih lanjut, diketahui pria tersebut telah menularkan Virus Corona ke delapan orang, satu di antaranya meninggal setelah satu bulan perawatan.
Ca Mau, provinsi paling selatan di Vietnam, telah melaporkan 191 kasus dan dua kematian sejak pandemi dimulai, jauh lebih rendah dari hampir 260.000 kasus dan 10.685 kematian di pusat Virus Corona negara itu, Kota Ho Chi Minh.
Pelanggaran atas aturan itu pun diancam dengan sanksi pidana oleh Pengadilan Vietnam.
Media lokal Vietnam pun memberitakan total delapan orang tertular Covid-19 akibat pelanggaran yang dilakukan Van Tri.
Untuk diketahui, Vietnam kini menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan total 540 ribu orang postif dan 13 ribu meninggal sejauh ini.
Kasus tertinggi tercatat pada akhir April 2021 sehingga memaksa negara itu melakukan locdown di kota-kota besar seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi.
Beberapa orang pun dipenjara karena dinyatakan bersalah menyebarkan Covid-19. Pria 32 tahun dipenjara 18 bulan kurungan pada Juli karena dituduh menyebarkan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah siapkan PLTG 2.000 MW senilai Rp70 triliun untuk dorong swasembada energi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.