Ini 6 Gejala Rabun Jauh atau Mata Minus pada Anak

Ilustrasi anak-anak sekolah daring sehingga meningkatkan potensi gejala mata minus - Freepik.com
07 September 2021 19:27 WIB Annasa Rizki Kamalina News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar anak-anak untuk menjalani pembelajaran jarak jauh (PPJ) atau school from home (SFH) yang memaksa mereka menatap layar gadget atau laptop selama berjam-jam. Cek 6 gejala minus mata pada anak Anda.

Menurut Asosiasi Optometri Amerika, rabun jauh atau mata minus menimpa lebih dari 40 persen orang dewasa di Amerika. Lebih buruk lagi, AOA menyatakan bahwa jumlah ini telah meningkat sebesar 25 persen dalam 40 tahun terakhir, dengan anak-anak usia 3 tahun sebagai pasien termuda.

Sayangnya, kebanyakan orang tua tidak sepenuhnya memahami mata minus (miopia) atau hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu memperlambat kemungkinan rabun jauh atau miopia pada anak mereka.

Berikut 6 gejala rabun jauh atau minus mata pada anak-anak yang perlu diwaspadai para orang tua seperti dilansir dari Jarvis Vision Centre:

1. Memegang benda dekat ke wajah

Salah satu cara termudah untuk mengetahui apakah anak mengalami kesulitan melihat objek dari kejauhan, yaitu jika mereka secara rutin memegang objek di dekat wajah untuk melihatnya.

Selain itu, anak yang terlalu dekat menatap layar tv atau gadget adalah petunjuk lain bahwa mereka mungkin mengalami kesulitan dengan penglihatan jarak jauh mereka.

2. Mengeluh sakit kepala

Jika anak sering mengeluh sakit kepala, perhatikan seberapa sering mereka mengalami gejala ini. Beberapa sakit kepala mungkin disebabkan oleh alergi atau perubahan tekanan barometrik (tekanan atmosfer), tetapi jika mereka mengalami lebih dari satu sakit kepala dalam seminggu segera lakukan konsultasi dengan dokter.

3. Menyipitkan mata

Saat mata kesulitan untuk fokus, terkadang kita menyipitkan mata untuk memperbaiki penglihatan. Hal ini terbukti ampuh karena dengan menyipitkan mata, menyebabkan perubahan kecil dalam ketegangan otot mata dan dapat memberikan kejelasan sesaat bagi pasien miopia ringan.

4. Menutup satu mata untuk membaca

Menutup satu mata merupakan cara lain untuk mengatasi penglihatan yang kabur. Cara alami ini dapat membantu mengatasi perbedaan penglihatan dan memberi penghilatan yang lebih jelas.

5. Menggosok mata

Anak-anak yang tidak merasa nyaman dengan matanya akan secara otomatis menggosok-gosok mata. Gejala ini paling sering menjadi tanda bahwa ada kesalahan dengan mata anak. Selain itu, mengosok mata karena gatal juga dapat terjadi karena mata tegang akibat terlalu lama menatap layar.

6. Mata berair

Mata berair adalah gejala lain yang dapat disebabkan oleh iritasi akibat alergi. Apabila gejala terus menerus dan berlebihan, bisa jadi ini tanda miopia.

Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, periksakan penglihatannya. Miopia tidak hilang dengan sendirinya dan dapat memburuk jika tidak diobati. Terlebih sekarang ini banyak anak-anak usia balita sudah menggunakan ponsel pintar dalam kesehariannya.

Sumber : Bisnis.com