Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Tuban Jawa Timur
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JAKARTA— Istana Kepresidenan membantah kabar mengenai rencana reshuffle Kabinet Merah Putih yang belakangan beredar di sejumlah grup WhatsApp. Pemerintah menegaskan hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto belum memiliki agenda untuk melakukan perombakan jajaran menteri, termasuk di sektor perekonomian dan keuangan yang sempat menjadi bahan spekulasi publik.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026). Menurutnya, seluruh anggota kabinet masih fokus menjalankan tugas dan program kerja yang telah ditetapkan Presiden sehingga isu reshuffle tidak memiliki dasar yang dapat dikonfirmasi pemerintah.
“Sekali lagi dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana, kalau tadi disebutkan perombakan apalagi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih, belum ada,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan saat ini pemerintah tengah berkonsentrasi menyelesaikan berbagai program prioritas nasional. Karena itu, seluruh menteri dan pejabat terkait diarahkan untuk memusatkan perhatian pada pelaksanaan tugas masing-masing.
“Karena memang kita semua sedang bekerja keras, fokus, dan konsentrasi menjalankan tugas kita masing-masing,” katanya.
Meski membantah adanya reshuffle dalam waktu dekat, Prasetyo tidak menutup kemungkinan Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinet apabila diperlukan di kemudian hari. Namun hingga saat ini belum ada keputusan maupun pembahasan yang mengarah pada perombakan susunan Kabinet Merah Putih.
Menurut dia, apabila pada suatu waktu Presiden memandang perlu melakukan perubahan dalam kabinet, pemerintah akan menyampaikan informasi tersebut secara terbuka kepada masyarakat.
“Jadi sampai hari ini belum ada rencana itu. Nanti pada waktunya kalau memang diperlukan pasti akan kami sampaikan kepada saudara-saudara,” tandas Prasetyo.
Isu Reshuffle Mencuat di Tengah Spekulasi Ekonomi
Belakangan, isu reshuffle kabinet mencuat bersamaan dengan beredarnya berbagai spekulasi mengenai posisi sejumlah pejabat di bidang ekonomi dan keuangan. Rumor tersebut berkembang di media sosial maupun grup percakapan digital dan memunculkan berbagai asumsi mengenai kemungkinan perubahan susunan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Istana memastikan informasi yang beredar tersebut tidak dapat dibenarkan. Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan program-program prioritas berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah munculnya isu reshuffle kabinet, Presiden Prabowo Subianto justru melakukan penguatan terhadap pelaksanaan program prioritas nasional melalui penataan kelembagaan. Salah satu langkah yang baru dilakukan adalah pelantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang diharapkan dapat memperkuat implementasi program-program strategis pemerintah, termasuk di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp18.134 per dolar AS seiring meredanya konflik Timur Tengah, meski sentimen domestik masih membatasi penguatan.
Kemenperin menargetkan porsi ekspor manufaktur naik menjadi 30 persen dengan tetap menjaga pasar domestik sebagai penggerak utama industri nasional.
Pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul masih berjalan sesuai rencana.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 9 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga sore.
Kemdiktisaintek, BRIN, dan UNY mendalami dugaan fabrikasi riset oleh empat alumni UNY yang terlibat dalam forum ilmiah internasional di Denmark.