Menkes Minta Jangan Grasa-Grusu Kendorkan Aturan kendati Kasus Covid-19 Turun

Indra Gunawan
Indra Gunawan Selasa, 31 Agustus 2021 04:37 WIB
Menkes Minta Jangan Grasa-Grusu Kendorkan Aturan kendati Kasus Covid-19 Turun

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021)./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Kendati demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta segenap elemen bangsa untuk tetap waspada menyikapi tren tersebut.

Menurut Budi, Indonesia harus belajar dari sejarah bahwa lonjakan kasus di awal Januari dan Juli tahun 2021 disebabkan mobilitas yang tinggi.

“Presiden memberi pesan agar kita mensyukuri turunnya konfirmasi positif dan BOR rumah sakit. Beliau juga mengingatkan agar tetep eling dan wospodo. Begitu turun jangan grasa-grusu, kemudian mengendorkan semuanya, sehingga naik lagi mobilitasnya dan alami lonjakan gelombang berikutnya,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (30/8/2021).

Dikatakan, penurunan kasus ini jangan sampai membuat lengah dalam penanganan penyebaran Virus Corona, terutama pada penyebaran varian Delta seperti di negara lain.

Presiden memberi pesan agar kita mensyukuri turunnya konfirmasi positif dan BOR rumah sakit. Beliau juga mengingatkan agar tetep eling dan wospodo. Walaupun bersyukur tapi harus hati-hati terutama melihat dari kondisi negara lain,” ujar Menkes.

BACA JUGA

Menurut Budi Indonesia harus melihat negara-negara lain yang tiba-tiba mengalami lonjakan kasus akibat varian Delta. Padahal, banyak negara yang melaksanakan vaksinasi secara lengkap di angka 50 persen bahkan di atasnya.

“Ini memberi pesan ke kita walaupun sudah turun dan vaksinasi sudah berjalan lancar kita harus tetap hati-hati,” imbuh Budi.

Baca juga: PPKM Diperpanjang hingga 6 September, Jogja Masih Bertahan di Level 4

Hampir di semua negara yang kenaikannya tinggi termasuk Indonesia, kata Budi, karena mutasi virus, varian delta yang tersebar di seluruh dunia.

“Ini yang sudah ditebak, karena semakin lama  dunia menunda vaksinasi pasti di suatu daerah terjadi penularan dan varian baru itu timbul karena ada penularan,” kata dia.

Budi menjelaskan, saat ini pun bermunculan varian baru seperti Lamda yang masih terkonsentrasi di Amerika Selatan. Untuk itu, pemerintah terus meningkatkan pengecekan terhadap berbagai varian virus Covid.

“Untuk mengetahui varian baru ini pada 2020 kita melakukan tes 140 tes dalam 9 bulan. Tapi tahun ini selama 8 bulan 5.788 tes sekuens. Kita juga punya kapasitas 1.800,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online