Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Senin (22/3/2021)/BPMI Setpres/Laily Rachev
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menaikkan target pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat Indonesia menjadi 3 juta per hari dari semulah 2 juta per hari.
Bahkan, target awal pemerintah saat peluncuran vaksin pertama kali adalah sebanyak 1 juta per hari. Peningkatan terjadi seiring dengan merebaknya kasus Covid-19 di Tanah Air.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan akselerasi vaksinasi menjadi syarat penting untuk bisa menjaga pemulihan ekonomi. Selain itu, upaya ini dilakukan mencapai kekebalan bersama (herd immunity).
"Kenaikan jumlah yang divaksin untuk bisa mencapai bahkan sampai 2 juta per hari, dan kalau kita ingin selesaikan [herd immunity] sebelum akhir tahun ini diperlukan vaksinasi hingga capai 3 juta per hari pada periode Oktober-November yang akan datang,” katanya pada konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).
Ini adalah target yang luar biasa tinggi dari Presiden Joko Widodo.
Presiden juga meminta kerja sama seluruh pihak perlu dilakukan untuk menggapainya. Tidak tanggung-tanggung, Sri Mulyani mengungkapkan Presiden meminta agar vaksinasi dilakukan pagi, siang dan malam hari.
“Bahkan diminta supaya vaksinasi bisa dijalankan pagi, siang, dan malam hari dengan menggunakan sumber daya baik kementerian/lembaga, TNI, Polri, sampai pada seluruh dinas dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Dari pelacakan vaksinasi yang dilakukan JIBI, suntikan yang dilakukan per hari masih jauh di bawah 1 juta.
Per 4 Juli 2021, jumlah penerima vaksin tahap I bertambah 490.505 orang, turun dari hari sebelumnya sebanyak 681.419 orang. Sementara itu, penerima vaksin tahap II bertambah 56.832 orang, turun dari 152.625 orang.
Dikutip dari Our World in Data, persentase populasi yang divaksin di Tanah Air hanya mencapai 5,1 persen, berada di bawah Brasil dan AS.
Sementara itu, jumlah masyarakat yang divaksinasi lengkap di Indonesia hanya 13,9 juta per 4 Juli 2021. Angka ini masih jauh di bawah India sebanyak 62,1 juta dan Brasil sebanyak 27 juta.
Memimpin dunia, AS yang hampir menyelesaikan vaksinasi untuk separuh populasinya, atau tepatnya 47,8 persen dengan vaksinasi lengkap bagi 157 juta orang.
Pertanyaannya, apakah Presiden Jokowi mampu mengenjot vaksinasi Covid-19 di Tanah Air di tengah implementasi PPKM Darurat?
Saat ini, pemerintah telah mengikutsertakan TNI untuk membantu melakukan vaksinasi bagi warga.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali menegaskan bahwa TNI akan selalu siap mendukung program pemerintah yakni serbuan vaksinasi Covid-19 hingga 1 juta vaksin per hari.
Pada Rabu (30/6/2021), sebanyak 14 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk).
Total bahan baku vaksin dari Sinovac yang sudah ada di Indonesia adalah sejumlah 105 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku.
Artinya, perlu proses sekitar 1 bulan di Biofarma untuk diproses menjadi vaksin jadi yang siap dipakai.
“Dari 105 juta ini nanti akan jadi 85 juta vaksin jadi yang bisa kita pakai dan itu akan siap 1 bulan setelah sekarang. Jadi mungkin di awal Agustus akan ada 85 juta vaksin Sinovac yang siap kita gunakan,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin secara virtual di Jakarta, Rabu (30/6/2021).
Dengan kedatangan 14 juta vaksin Sinovac ini menggambarkan bahwa jumlah vaksin yang sudah ada di Indonesia semakin lama semakin banyak. Belum lagi ditambah donasi vaksin gratis dari Covax GAVI yang pada bulan ini akan masuk dari AstraZeneca, dan bulan Agustus akan masuk vaksin dari Pfizer.
Sementara itu, AS akan memberikan 4 juta vaksin Moderna kepada Indonesia. Jepang juga akan memberikan 2,1 juta vaksin AstraZeneca kepada Indonesia. Sebanyak 998.000 vaksin telah diterima pada 2 Juli 2021.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Belanda juga akan memberikan bantuan vaksin sebanyak 3 juta dosis, tetapi dia tidak mengungkapkan jenis vaksin tersebut.
Mei 2021, pemerintah Uni Emirat Arab juga memberikan 500.000 dosis vaksin Sinopharm.
Dengan jumlah vaksin yang diperoleh, pemerintah sayangnya belum memaparkan jumlah ketersediaan tenaga kesehatan untuk mengeksekusi target vaksinasi itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.