BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA-Manajemen Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr Sardjito menegaskan puluhan pasien yang meninggal dunia dalam sehari bukan hanya pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan oksigen, namun pasien lainnya.
Direktur RSUP Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto mengatakan terkait pemberitaan yang menyebutkan 63 pasien meninggal bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari Sabtu (3/7/2021) pagi sampai Minggu (4/7/2021) pagi dan tidak hanya pasien yang menggunakan oksigen atau Covid saja yang meninggal.
“Sedangkan yang meninggal pasca-oksigen central habis pukul 20.00 WIB, maka kami sampaikan jumlahnya 33 pasien. Pasien sejumlah itu bukan semata-mata pasien Covid yang harus dengan bantuan oksigen, tetapi terdapat pasien lainnya pula. Pasien-pasien yang memerlukan bantuan oksigen, tetap tersuplai dengan oksigen tabung. Sehingga tidak benar jika meninggal tanpa dapat bantuan oksigen, tetapi proses meninggalnya karena kondisi klinisnya yang memburuk,” kata Rukmono, dalam rilisnya yang diterima Harian Jogja, Minggu (4/7/2021).
BACA JUGA: Sejumlah Obat hingga Oksigen Langka, MUI Ingatkan Haram Menimbun
Rukmono menjelaskan terkait dengan kelangkaan oksigen maka jauh hari pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Salah satunya sejak 29 Juni 2021, RSUP Dr Sardjito telah berkoordinasi dengan penyuplai oksigen diantaranya PT. Samator dan PT. Surya Gas untuk mendapatkan pasokan oksigen liquid secara rutin untuk memenuhi kebutuhan dantambahan bila terjadi eskalasi pasien.
Pada Sabtu, 3 Juli 2021 pagi, oksigen liquid mulai menipis, maka telah dilakukan berbagai koordinasi dan persiapan, termasuk pertemuan lanjutan untuk memastikan kecukupan persediaan oksigen liquid dengan penyedia. Hal ini mengingat kebutuhan oksigen dan jumlah pasien yang makin banyak di RSUP Dr Sardjito berakibat menipisnya persediaan baik untuk oksigen central berupa Liquid maupun oksigen tabung.
“Bahwa atas situasi tersebut, serta ditambah dengan masuknya pasien secara bersamaan pada Jumat, 2 Juli 2021 maka kebutuhan oksigen makin meningkat sehingga menyebabkan persediaan makin menipis,” kata Rukmono.
Upaya yang dilakukan RSUP Dr Sardjito yaitu dengan melakukan pengaturan ulang semua penggunaan oksigen yang dipakai pasien, serta mengirimkan surat permohonan dukungan kepada Menkes RI, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Gubernur, BPBD, Dinas Kesehatan, Persi DIY dan Dewan Pengawas yang intinya melaporkan bahwa Direktur RSUP Dr. Sardjito sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen liquid dari penyedia maupun tempat lain.
Namun sampai saat itu pukul 15.00 WIB, rumah sakit masih mengalami kendala dan pasokan oksigen liquid diperkirakan paling cepat sampai ke RSUP Dr. Sardjito pada Minggu, 4 Juli 2021 pukul 12.00 WIB. Selain itu juga dilaporkan bahwa Persediaan oksigen liquid central di RSUP Dr. Sardjito akan mengalami penurunan pada Sabtu, tanggal 3 Juli 2021 mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen liquid yang diperkirakan pada pukul 18.00 WIB. Pada kenyataannya oksigen liquid central habis baru pada sekitar pukul 20.00 WIB.
“Dari kondisi tersebut, setelah oksigen liquid central habis, perawatan pasien beralih menggunakan oksigen-oksigen tabung atau oksigen cadangan yang ada termasuk mendapat pinjaman dari RS Akademik UGM dan RSGM /FKG UGM serta Polda DIY. Pukul 00.15 WIB bantuan Polda DIY sebanyak 100 tabung datang dan langsung di distribusikan ke bangsal-bangsal perawatan sambil menunggu kedatangan pasokan dari penyedia oksigen,” papar Rukmono.
Selanjutnya pada pukul 03.40 WIB truk oksigen liquid pertama sudah masuk dan mengisi tabung utama, sehingga oksigen central sudah dapat berfungsi kembali, di susul truk kedua pada pukul 04.45 WIB masuk pula mengisi tabung central oksigen. Dengan datangnya pengisian ini pelayanan untuk sementara sudah menggunakan oksegen sentral kembali, RSUP DR Sardjito berharap ke depan oksigen ini terus lancer dipasok oleh penyedia oksigen untuk memenuhi perawatan bagi pasien yang membutuhkan oksigen.
RSUP Dr Sardjito telah menyediakan Bed untuk pasien Covid-19 secara optimal sebanyak 35% dari total tempat tidur, dan pasien yang datang jauh lebih banyak dari kemampuan daya tampung rumah sakit. RSUP Dr Sardjito sudah melakukan upaya antisipasi maksimal melalui berkoordinasi dengan Dinkes DIY, PERSI DIY, Seluruh RS di DIY, Penyedia Oksigen dan Aparat TNI/POLRI.
“Selain itu penghematan seoptimal mungkin terhadap penggunaan oksigen telah dilakukan pula, namun karena pandemi ini melanda seluruh negeri dan semua membutuhkan oksigen, pasokan oksigen menjadi terganggu. Kami mengimbau bagi masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi PPKM sehingga laju covid dapat kita tekan bersama-sama. Tanpa peran serta masyarakat ini tentu saja pandemi ini akan sulit tertangani. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.
Corriere dello Sport menyoroti perjalanan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh.
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.