SBY Nyanyi di Distoria 2026, Festival Musik Pelajar Magelang Meriah
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Petugas menggelar operasi penertiban daging di beberapa pasar tradisional di Kota Magelang, Senin (10/5/2021). /Ist-dok Prokompim Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menemukan sebanyak delapan kilogram daging ayam busuk dan satu kilogram daging sapi mengandung cacing hati (fasciola.h) di Pasar Rejowinangun Kota Magelang.
Daging itu ditemukan saat petugas menggelar operasi penertiban daging di beberapa pasar tradisional di Kota Magelang, Senin (10/5/2021). Selain Pasar Rejowinangun, petugas juga menyita 1 kilogram daging sapi busuk yang dijual di Pasar Kebonpolo.
Daging yang tak layak jual dan konsumsi ini disita dari tiga pedagang berbeda yang langsung mendapat pembinaan dari Disperpa.
Baca juga: Warga DIY Boleh Berwisata Tanpa Harus Menunjukkan Surat Tes Covid-19
Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko menjelaskan, operasi ini rutin digelar setiap menjelang hari raya Idul Fitri. Sebab, pada momentum ini masyarakat biasanya banyak yang mengonsumsi daging sapi maupun ayam.
"Kita ingin memastikan daging-daging yang dijual di pasar di Kota Magelang aman, sehat, utuh dan halal. Sehingga masyarakat tenang dan nyaman saat mengonsumsinya," terang Eri, Senin (10/5/2021).
Dengan adanya temuan ini, Eri berharap masyarakat bisa lebih hati-hati lagi. "Pilih yang betul-betul masih segar, sehingga layak dan aman dikonsumsi,” jelasnya.
Baca juga: Ini Daftar Tanah Milik Bupati Nganjuk, Nilainya Sentuh Rp56,6 Miliar
Seluruh daging tidak layak itu langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor Disperpa. Operasi serupa akan kembali dilakukan pada malam hingga dini hari baik di pasar yang sama maupun tempat lainnya.
“Termasuk juga di RPH akan kita kontrol bagi mereka yang membutuhkan surat keterangan kesehatan daging (SKKD). Akan kita kontrol ketat, sehingga tidak ada daging tak layak konsumsi yang lolos dijual di pasaran,” ungkapnya.
Operasi penertiban daging ini diikuti oleh pejabat dan staf Disperpa. Lalu Satpol PP, Polres Magelang Kota, dan Denpom. Mereka disebar ke dua lokasi pasar, yakni Pasar Rejowinangun dan Pasar Kebonpolo.
“Sasarannya kios-kios daging baik ayam maupun sapi. Kita cek satu-satu dengan membawa alat pengukur kadar air. Secara kasat mata sebenarnya sudah bisa kita lihat mana daging yang masih segara mana yang sudah busuk,” katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Indonesia dan India menyepakati restorasi Candi Prambanan serta konservasi situs UNESCO sebagai penguatan diplomasi budaya kedua negara.
Rumor iPhone lipat Apple 2026 disebut tertunda akibat masalah engsel. Caviar lebih dulu memperkenalkan iPhone Fold edisi mewah.
KAI Bandara mencatat 1,34 juta penumpang di DIY selama Semester I 2026. Penumpang KA Bandara YIA Reguler naik 5,05 persen.
Pemilik McLaren yang terbelah di Sukoharjo, YouTuber Andra, mengklarifikasi penyebab kecelakaan dan membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.