Elon Musk Berubah Pikiran, Karyawan Tesla Batal di-PHK
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019)./Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Benny K. Harman mempertanyakan kriteria kelulusan ujian wawasan kebangsaan oleh KPK seiring dengan kabar tidak lulusnya sejumlah anggota KPK.
Melalui akun Twiter-nya, @BennyHarmanID, Benny yang merupakan anggota Komisi III DPR menyoroti kriteria ujian wawasan kebangsaan bagi anggota KPK sebagai syarat beralih menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Dia mengatakan bahwa penolakan atas pengusutan kasus korupsi bantuan sosial atau bansos membuat pegawai pasti lulus. Sebaliknya, pegawai yang bersikap radikal dalam pengusutan kasus yang juga menjerat eks Menteri Sosial Juliari Batubara itu pasti tak lulus.
“Rakyat tanya apakah yg menjadi kriteria lulus tidaknya penyidik KPK dalam mengikuti ujian wawasan kebangsaan? Kriterianya, yg tolak usut korupsi Bansos utk jaga politik stabil pasti lulus.Yang sikap radikal usut korupsi Bansos pasti dicoret. Ada pikiran dn pendapat lain,” tulisnya pada Kamis (6/5/2021).
Rakyat tanya apakah yg menjadi kriteria lulus tidaknya penyidik KPK dalam mengikuti ujian wawasan kebangsaan? Kriterianya, yg tolak usut korupsi Bansos utk jaga politik stabil pasti lulus.Yang sikap radikal usut korupsi Bansos pasti dicoret. Ada pikiran dn pendapat lain?#Liberte
— Benny K Harman (@BennyHarmanID) May 6, 2021
Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada puluhan pegawai KPK, termasuk penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak lolos ujian wawasan kebangsaan. Sebagai konsekuensinya, mereka terancam diberhentikan pada 1 Juni 2021.
Kritikan senada juga dilontarkan oleh Donal Fariz. Menurut mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, ujian wawasan kebangsaan tersebut “hanya akal-akalan untuk membuang target tertentu.”
Padahal, setiap pegawai KPK selalu menjalani proses penilaian berlapis, seperti key performance indicator. Alhasil, mayoritas pegawai KPK yang tidak lolos justru mereka yang menjaga integritas.
“Mereka yg tidak diloloskan punya rekam jejak membongkar kss besar. Agamanya beragam. Buzzer lagi-lagi disuruh berdendang ut mainkan isu agama saja. Pola lama yg sudah terbaca dgn mudah,” tulisnya di akun Twitter, @donalfariz.
5. Mereka yg tidak diloloskan punya rekam jejak membongkar kss besar. Agamanya beragam. Buzzer lagi-lagi disuruh berdendang ut mainkan isu agama saja. Pola lama yg sudah terbaca dgn mudah. #KPK
— Donal Fariz (@donalfariz) May 6, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.