Kampung Sade Ludes Terbakar, LHSS Dorong Mitigasi Desa Adat Diperkuat
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SRAGEN — Teror hewan liar berupa ular melanda Sumberlawang, Sragen. Dua warga dipatuk ular berbisa dalam kurun waktu sepekan. Satu warga di antaranya meninggal dunia.
Warga yang meninggal dunia itu diketahui bernama Marmin, 60, warga Dukuh Ngroto, Desa Ngargosari, Sumberlawang, Sragen. Marmin digigit ular saat berada di sawah pada Rabu (21/4/2021) pagi.
Setelah dipatuk ular, korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Soeratno Gemolong, namun nyawanya tidak tertolong. Dia pun meninggal pada sore harinya.
Baca juga: Kemenkes Identifikasi Transmisi Lokal Corona B117 di 4 Daerah Ini
“Yang digigit ular tangan kanannya. Ularnya, bagian ekor berwarna merah,” terang Kepala Desa (Kades) Ngargosari, Sriyono, Jumat (30/4/2021).
Total sudah ada lima warga Desa Ngargosari yang meninggal dunia karena dipatuk ular berbisa dalam tiga tahun terakhir. Selain Marmin, empat warga yang lebih dulu meninggal dunia karena gigitan ular berbisa adalah Kemis, Suwito, Wira Sana dan Gimo.
Kasus dua warga yang meninggal dunia karena gigitan ular terjadi pada tahun lalu. Sementara dua kasus gigitan ular yang berujung hilangnya nyawa lainnya terjadi lebih dari dua tahun lalu.
Baca juga: Lebaran Sudah Dekat, tapi Pasar Beringharjo Masih Sepi
“Sebenarnya tidak terlambat [dibawa ke RS]. Mereka langsung dibawa ke RS, namun setelah di RS dua hari, baru meninggal dunia,” ujar Sriyono.
Sementara itu, kasus gigitan ular terakhir terjadi di Dukuh Alas Kobong, RT 20, Desa Ngargotirto, Sumberlawang. Kali ini, Saripan, 80, warga setempat, dipatuk ular saat hendak memotong rumput di ladangnya pada Senin (26/4/2021) pagi. Korban digigit ular pada bagian tangan kanan tepatnya di bagian punggung telapak tangan.
“Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke pengobatan alternatif. Sampai di rumah, bekas luka gigitan ular diobati menggunakan kayu stigi. Setelah itu dilakukan pembidaian dan diobservasi. Kondisi sekarang sudah membaik. Menurut informasi warga, jenis ular yang menggigit korban adalah derik atau viper yang berbisa tinggi,” jelas Ketua Sumberlawang Rescue, Muhammad Saifudin, Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.