Rumah Penyimpan Ratusan Botol Miras di Semarang Terbakar
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Antara
Harianjogja.com, SEMARANG--Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, mudik pada Lebaran 2021 kembali ditiadakan pemerintah guna mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19.
"Istilahnya, tiada mudik bagimu," katanya, pada diskusi webinar dengan tema "Stop Mudik! Tekan Turun Laju Covid-19" yang diselenggarakan Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan Kominfo, di Semarang, Rabu (28/4/2021).
Ia menyebut kurva kasus Covid-19 di Indonesia --khususnya Jawa Tengah-- saat ini menurun dan mengibaratkannya sudah mendekati garis finish. "Garis finish sudah kelihatan di depan. Jika kita lengah dan tidak disiplin, kita akan balik lagi, bukan ke arah finish melainkan ke arah penyesalan," ujarnya.
BACA JUGA: Ustaz Abdul Somad Resmi Nikahi Fatimah
Ia mengingatkan agar lonjakan kasus Covid-19 yang berujung dengan kematian di India jangan sampai terjadi di Indonesia akibat momentum mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Menurut dia, tidak masalah jika masyarakat tidak pulang kampung Lebaran alias mudik lagi seperti tahun lalu karena masih dalam pandemi Covid-19. "Kalau konteksnya mudik hari raya maka beramai-ramai pulang ke kampung menjelang lebaran, ada jutaan orang akan pulang. Ini masih pandemi lho," katanya.
Kabag Ops Korlantas Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Rudi Antariksawan, mengatakan, mereka sudah mengantisipasi masyarakat yang akan mudik lebaran dengan melakukan pencegatan, baik di jalur jalan tol, jalan arteri, dan jalan alternatif.
"Kami juga melakukan pencegatan selama 24 jam di jalan-jalan \'tikus\'," ujarnya. Pencegatan tidak hanya dilakukan pada kendaraan beroda empat, melainkan juga sepeda motor dan masyarakat yang kedapatan mudik maka akan diminta putar-balik kembali ke daerah asal.
"Kami belajar dari hari raya tahun lalu, jika pemudik lolos di pos pencegatan pertama, maka tidak akan lolos di pos pencegatan selanjutnya," katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Data dan IT Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, menambahkan ada korelasi kuat antara mobilitas penduduk dan libur panjang dengan peningkatan kasus aktif Covid-19.
Libur panjang, kata dia, mengakibatkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Setiap libur panjang selesai, ada kenaikan kasus Covid-19 pada 10-14 hari kemudian. "Dampak kenaikan kasus terlihat minimal selama tiga pekan, setelah libur panjang," ujarnya.
Ia menjabarkan kenaikan kasus Covid-19 pada libur Idul Fitri periode 22-25 Mei 2020 yang berdampak kenaikan kasus pada 6-28 Juni 2020 dan kenaikan rata-rata jumlah kasus harian setelah Idul Fitri 2020 sebanyak 68-93 persen.
"Perkembangan angka kematian cenderung mengikuti jumlah penambahan kasus, semakin tinggi penambahan jumlah kasus berisiko meningkatkan jumlah kematian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.