Dua SPPG di Klaten Disuspend Akibat Kasus Keracunan MBG
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Jariyah, 68 (tengah), dan Miftahul Jannah, 30 (kiri), menunjukkan foto Serda Eko Prasetyo, anggota keluarga mereka yang menjadi salah satu awak KRI Nanggala 402 saat ditemui di Dukuh/Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Senin (26/4/2021). JIBI/Solopos-Taufiq Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN – Keluarga Serda Eko Prasetyo, 33, satu di antara 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402, berusaha tegar dengan terjadinya musibah kapal tersebut.
Ibunda dan adik Serda Eko Prasetyo saat ditemui di kediaman mereka di Dukuh/Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Senin (26/4/2021) mengatakan bahwa Eko sangat mencintai keluarganya. Setiap kali berangkat bertugas, dia rajin meminta doa restu orangtua.
Dengan tegar, ibunda Eko, Jariyah, 63, dan adik Eko, Miftahul Jannah, 30, menceritakan sosok pria yang mereka banggakan.
Baca juga: Pelajaran dari Tragedi KRI Nanggala, Pengamat: Saatnya Fokus Modernisasi Alutsista
Jariyah mengatakan, bahwa selama ini intensif berkomunikasi dengan putra pertamanya tersebut melalui ponsel Miftahul lantaran Jariyah tak punya ponsel.
Sejak kecil Eko sudah terbiasa meminta izin atau berpamitan kepada kedua orangtuanya Slamet Sarwono-Jariyah ketika hendak pergi. Kebiaaan itu tertanam hingga Eko bertugas sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL).
Setiap akhir pekan atau ketika akan bertugas, Eko berkomunikasi melalui ponsel dengan Jariyah. Komunikasi kali terakhir pada Minggu.
Baca juga: Berkomentar Buruk tentang Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Polisi Kalasan Terancam Pidana
“Saya doakan saja tetap selamat. Saya juga sampaikan kalau bisa Lebaran nanti bisa bakdan sama emak [Jariyah],” kata Jariyah.
Setahun Tak Bertemu
Keinginan bisa berjumpa lagi dengan Eko itu disampaikan Jariyah menyusul sudah hampir setahun tak bertemu langsung. Kali terakhir, Eko mengunjungi ibunya di Klaten pada 26 Juli 2020.
Jariyah mengatakan, selama ini dia hanya mengetahui jika Eko bertugas pada kapal biasa. Dia baru tahu jika sang putra sulung bertugas sebagai awak kapal selam setelah ada pemberitaan KRI Nanggala 402 tenggelam dan Eko menjadi salah satu awak kapal.
“Tahunya bertugas pada kapal biasa yang ada layarnya itu. Tidak tahunya pada kapal selam,” tukasnya.
Eko lahir di Jakarta dan sempat tinggal di Klaten saat masih balita sebelum menetap dan tumbuh dewasa di Kebumen. Dia lulus dari SMK Pelayaran Kebumen dan mulai bertugas sebagai prajurit TNI AL sejak 2008.
Jariyah mengatakan putranya memiliki keinginan kuat untuk menjadi abdi negara. Selepas lulus SMK, Eko rajin mengikuti tes menjadi anggota TNI serta polri hingga akhirnya bisa diterima menjadi prajurit TNI AL.
Anak Rumahan
Sedari kecil putranya itu lebih banyak beraktivitas di rumah. Ketika pergi, Eko meminta izin kepada ibunya dan kerap mengajak teman.
Jariyah pun sempat tak percaya ketika Eko bisa menjadi prajurit TNI AL dan kali pertama bertugas di Ternate.
“Padahal anaknya tidak pernah keluar rumah kok tahu-tahu sudah jauh berada di Ternate,” kenang Jariyah.
Dia berharap putra sulungnya bisa segera ditemukan. Dia pun sudah ikhlas jika putranya benar-benar gugur saat bertugas sebagai prajurit TNI AL.
Miftahul Jannah, mengatakan kabar Eko menjadi salah satu awak kapal KRI Nanggala 402 dia terima dari istri Eko, Dewi Nuristanti, pada Kamis (22/4/2021) atau sehari setelah dinyatakan hilang kontak.
Miftahul lantas mengabarkan informasi itu kepada ibunya, Jariyah, dan ayahnya, Slamet. Hingga kini komunikasi dengan istri Eko masih terus dilakukan.
Eko selama ini bertugas di Surabaya dan tinggal di Bangkalan, Madura. Dia memiliki dua orang anak masing-masing berumur enam tahun dan tiga tahun. Dia menyatakan keluarga sudah ikhlas jika Eko gugur dalam tugas.
“Sebelum batas waktu 72 jam itu, kami masih berharap sangat besar, sampai tidak bisa tidur. Sekarang kami sudah ikhlas. Mas Eko gugur dalam tugas insyaallah syahid,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.