Restoran Premium Jogja Ini Tawarkan Program Loyalitas bagi Mitra Event
Kim’s Bar & Kitchen Jogja meluncurkan Membership Card for Business bagi mitra EO, WO, dan travel agent, lengkap dengan fasilitas premium serta komisi menarik
Joe Biden. /REUTERS-Charles Mostoller
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan akan mulai menarik pasukan AS dari Afghanistan pada 1 Mei untuk mengakhiri perang terpanjang. Sebanyak 2.500 tentara AS yang tersisa akan ditarik dari Afghanistan pada 11 September.
Menyadur The Straits Times, Kamis (15/4/2021) dalam pidatonya di Gedung Putih, Joe Biden mengatakan penarikan tersebut membuat Amerika Serikat membuka diri terhadap kritik bahwa keputusan itu merupakan pengakuan de facto atas kegagalan strategi militer AS.
"Itu tidak pernah dimaksudkan sebagai upaya multi-generasi. Kami diserang. Kami pergi berperang dengan tujuan yang jelas. Kami mencapai tujuan itu," kata Biden.
Joe Biden mencatat bahwa pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan AS pada 2011 dan mengatakan bahwa organisasi tersebut telah "terdegradasi" di Afghanistan.
Baca juga: Kini, Urus SIM Cukup dari Rumah. Hindari Calo dan Kerumunan
"Dan inilah saatnya mengakhiri perang selamanya." tegas Biden.
Tanggal 11 September adalah tanggal yang sangat simbolis, datang 20 tahun setelah serangan Al-Qaeda di Amerika Serikat yang mendorong presiden George W Bush untuk melancarkan konflik.
Perang tersebut telah merenggut nyawa 2.400 anggota tentara Amerika dan menghabiskan sekitar 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 29.249 triliun.
Jumlah pasukan AS di Afghanistan mencapai puncaknya pada lebih dari 100.000 pada tahun 2011.
Baca juga: Waspada, Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website
Presiden Joe Biden mengatakan penarikan militer terakhir akan dimulai pada 1 Mei dan berakhir pada 11 September tahun ini.
"Saya sekarang adalah presiden Amerika keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan. Dua Republik. Dua Demokrat," kata Biden.
"Saya tidak akan meneruskan tanggung jawab ini kepada yang kelima. Ini adalah waktu untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika. Sudah waktunya bagi pasukan Amerika untuk pulang," katanya.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan pasukan asing di bawah komando NATO di Afghanistan juga akan meninggalkan negara itu bersama penarikan AS pada 11 September.
Blinken juga berbicara dengan panglima militer Pakistan pada hari Rabu dan membahas proses perdamaian, menurut pernyataan dari sayap media militer Pakistan.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengungkapkan di akun Twitter-nya bahwa dia telah berbicara dengan Joe Biden dan dia menghormati keputusan AS.
"Kami akan bekerja dengan mitra AS kami untuk memastikan transisi yang mulus" dan "kami akan terus bekerja dengan mitra AS/NATO kami dalam upaya perdamaian yang sedang berlangsung." tulis Ghani.
Ada pertemuan puncak yang direncanakan tentang Afghanistan mulai tanggal 24 April di Istanbul yang akan melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Qatar.
Taleban, yang digulingkan dari kekuasaan pada 2001 oleh pasukan pimpinan AS, mengatakan tidak akan ambil bagian dalam pertemuan apa pun yang akan membuat keputusan tentang Afghanistan sampai semua pasukan asing meninggalkan negara itu.
Juru bicara Taleban Zabihullah Mujahid pada hari Rabu meminta Amerika Serikat untuk mematuhi kesepakatan yang dicapai kelompok itu dengan pemerintahan Trump.
"Jika kesepakatan itu berkomitmen, masalah yang tersisa juga akan diselesaikan," tulis Mujahid di Twitter. "Jika kesepakatan tidak dilakukan ... masalah pasti akan meningkat."
Biden menolak gagasan bahwa pasukan AS dapat memberikan pengaruh untuk perdamaian di Afghanistan dan mengatakan: "Kami memberikan argumen itu satu dekade. Itu tidak pernah terbukti efektif."
"Pasukan Amerika seharusnya tidak digunakan sebagai alat tawar-menawar antara pihak yang bertikai di negara lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kim’s Bar & Kitchen Jogja meluncurkan Membership Card for Business bagi mitra EO, WO, dan travel agent, lengkap dengan fasilitas premium serta komisi menarik
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.