Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP/Getty Images-Sai Aung Main
Harianjogja.com, JAKARTA - Sedikitnya 18 pengunjuk rasa anti-kudeta tewas kemarin dalam salah satu hari paling mematikan sejak Myanmar kembali di bawah kekuasaan militer.
Di kota besar Hlaing Tharyar Yangon, polisi dan tentara berhadapan dengan pengunjuk rasa yang memegang tongkat dan pisau saat mereka bersembunyi di balik barikade darurat. Mereka melarikan diri setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan.
Pengunjuk rasa, yang menggunakan tong sampah yang dipotong sebagai tameng, berhasil mengambil rekan mereka yang terluka, tetapi seorang dokter mengatakan tidak semua korban bisa dibantu.
BACA JUGA : Lagi, Enam Orang Demonstran Ditembak Mati oleh Aparat Myanmar
“Saya dapat memastikan 15 orang telah meninggal," kata dokter, seraya menambahkan bahwa dia telah merawat sekitar 50 orang Yang menderita luka-luka dan memperkirakan jumlah angka kematian terus meningkat.
"Saya tidak bisa banyak bicara, orang yang terluka terus berdatangan," katanya sebelum menutup telepon seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (15/3/2021).
Sedangkan, kelompok pemantau dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, yang memverifikasi penangkapan dan kematian sejak kudeta, mengonfirmasi jumlah kematian yang lebih tinggi. Asosiasi itu melaporkan sedikitnya 126 orang tewas sejak aksi demo dimulai 1 Februari lalu.
BACA JUGA : Dewan HAM PBB Sebut Myanmar Sedang Dikendalikan Rezim Pembunuh
Televisi negara Myanmar MRTV melaporkan tadi malam bahwa darurat militer telah diberlakukan di distrik Hlaing Tharyar.
Sepanjang hari suara tembakan terdengar terus menerus oleh penduduk yang bersembunyi di rumah mereka saat asap membubung di jalan, sementara truk militer terlihat melaju melalui jalan-jalan Hlaing Tharyar.
Media yang dikelola pemerintah tidak memerinci kekerasan tersebut, tetapi menyatakan lima pabrik di kota penghasil garmen telah dihancurkan.
Di antara bangunan yang terbakar adalah pabrik milik China, kata kedutaan China di Myanmar. Mereka mengutuk tindakan "perusakan perusak" dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook resmi mereka.
"Kedutaan Besar China mendesak polisi setempat untuk menjamin keamanan bisnis dan personel China dengan manajemen yang efektif," katanya.
BACA JUGA : PKS: Indonesia Harus Proaktif Terhadap Penanganan Krisis Politik Myanmar
Berita malam juga mengonfirmasi kematian lain di kotapraja Tamwe. Disebutkan, bahwa ratusan pengunjuk rasa berusaha untuk membakar sebuah kantor polisi, yang menyebabkan pihak berwenang melepaskan tembakan untuk membubarkan mereka.
Adegan serupa dari kekacauan terjadi sepanjang hari di bagian lain Myanmar dengan satu orang ditembak mati di Kota Hpakant utara dan seorang wanita lainnya terbunuh karena tertembak di kepala di Mandalay.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Top Ten News Jogja 26 Mei 2026: Klinik KDMP Sleman, IWFP, geng motor Bantul, TBC Gunungkidul, hingga aturan baru masuk SD.
Jadwal SIM keliling Sleman 26 Mei 2026 lengkap lokasi Pakem, bus SIM, dan layanan malam di Sleman City Hall.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap rute dan tarif Rp80.000. Akses mudah tanpa transit, cocok untuk penumpang pesawat.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo 26 Mei 2026 lengkap lokasi SIMMADE, Simenor, dan layanan Satpas. Perpanjang SIM lebih mudah.
Dalam bedah buku, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, tetapi juga dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.