Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. /Suara.com
Harianjogja.com, BOGOR--Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menumpahkan kekesalannya tentang Kepala Staf Kpresidenan (KSP) Moeldoko.
Ia menilai, bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Moeldoko hasil dari kongres luar biasa (KLB) hanya ingin memiliki saja tanpa ada cinta untuk partai berlambang marcy tersebut.
"Yang jelas KSP Moeldoko tidak mencintai, tapi ingin memiliki Partai Demokrat," ujar AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, dikutip dari Ayobandung.com -media jaringan- Suara.com, Minggu (7/3/2021).
AHY pun menyindir senior, kader, hingga mantan kader yang tiba-tiba mencintai Partai Demokrat dan mengusung Moeldoko sebagai ketua umum versi mereka.
Pihak yang disebutnya tak berjuang ketika partai Demokrat itu tengah mengemban amanat dari masyarakat.
BACA JUGA: Mahfud Beberkan Kenapa Moeldoko Terima Tawaran Jadi Ketum Demokrat
"Mereka mengatakan telah berkorban berjuang untuk Partai Demokrat, padahal kenyataannya ketika kita berjuang mereka ke mana saja. Mudah sekali keluar masuk partai, mudah sekali meninggalkan kita, ketika kita sedang naik mereka kembali seolah-olah mencintai Partai Demokrat," ujar AHY.
Menurutnya lewat KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatra Utara, Moeldoko mempertontonkan etika politik yang salah dan tak memiliki sikap kesatria.
Hal itu ditujukkan lewat dalih dan bantahan tak terlibat dalam gerakan pengambilalihan. Namun ia justru menerima pinangan menjadi ketua umum ilegal.
"Saya salut dengan saudara Moeldoko dan siapapun yang seolah-olah legitimate dalam KLB ilegal Deli Serdang tersebut, menggunakan jaket Demokrat yang tidak menjadi haknya. Kemudian menyuarakan bahwa merekalah yang memiliki otoritas sekarang. Saya tidak bisa masuk di akal sehat, tetapi itulah mereka," ucapnya.
AHY menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan Partai Demokrat yang sah di bawah kepemimpinannya. Partai yang sudah melewati forum pemilihan ketua umum yang sah dan sudah disahkan pemerintah.
Ia menegaskan, dirinya tidak sendiri dalam memperjuangkan hal tersebut. Seluruh pengurus di tingkat DPP, DPD, dan DPC sudah menegaskan bahwa mereka tak setuju dengan hasil apapun dari KLB yang memenangkan Moeldoko.
"Mereka adalah para petarung, para petarung yang sah, mereka tidak selalu berteriak, tetapi punya kegigihan dan determinasi untuk terus membesarkan Partai Demokrat. Kami yang ada di sini tidak pernah ke mana-mana ketika Demokrat terpuruk," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.