Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Ilham Setia Pradana Bersama produk sarung tangan Northy. /ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Medio 2015 hingga 2016 pemuda ini sempat merasakan pahitnya merugi dalam membuka usaha. Bukan sekedar belasan juta yang harus ia tanggung. Melainkan sampai ratusan juta. Juga bukan karena ia tak cermat dalam memanajemen keuangan dalam berbisnis, melainkan kondisi pasar yang memaksanya saat itu harus menerima keadaan.
Dia adalah Ilham Setia Pradana, pemuda Jogja berusia 29 tahun yang sejak remaja berani mengambil risiko terjun ke dunia bisnis. Bahkan bisnis yang ditekuni sangat jarang dilakukan kebanyakan, yaitu dunia bahan baku kulit.
BACA JUGA : Keren .. Remaja Dari Jogja Ini Sabet Penghargaan Khusus
Ketertarikannya berbisnis kulit, mengikuti jejak orangtuanya. Sehingga pada saat usia remaja, alumnus SMA Muhi ini sudah aktif menggeluti bisnis ini. Ilham, sapaan akrabnya, memiliki kenangan yang tidak terlupakan saat bermitra dengan salah satu perusahaan sarung tangan yang berlokasi di Jawa Tengah.
Saat itu, ia sempat mengenyam keuntungan lumayan dengan menyuplai bahan baku kulit. Tetapi, hanya seumur jagung. Perusahaan yang ia suplai rupanya merugi. Produk-produknya pun ternyata tidak lolos ekspor. Dampaknya pun kepada mitra perusahaan termasuk dirinya, tidak dibayarkan.
Ilham mencatat kerugian itu mencapai ratusan juta. Ia sempat mengambil beberapa barang milik perusahaan atas persetujuan bersama, namun tak sepenuhnya mampu menutup kerugian yang dialaminya.
BACA JUGA : Pemuda Banyak Tertarik Berwirausaha di Tengah Pandemi
“Karena enggak dibayar, waktu itu sempat rugi sekitar Rp300 juta,” katanya Sabtu (6/3/2021).
Saat Ilham bisnisnya terpuruk, datanglah teman sesama alumni di SMA Muhi Jogja. Dia adalah Iksal Nuari Adha. Keduanya sangat akrab sejak di bangku putih abu-abu. Pemuda yang menuntaskan kuliahnya di FH UII ini, saat itu pun memberikan semangat kepada Ilham. Dengan memberikan sejumlah ide, karena Iksal juga memiliki jiwa wirausaha.
“Waktu itu disarankan, bagaimana kalau membuat sarung tangan sendiri,” katanya.
Ilham pun menyetujui ide Iksal. Pada 2017 silam, keduanya mulai mengeksekusi perencanaan bisnis dengan mengandeng sejumlah vendor. Ia sebagai manufaktur, mengolah bahan mentah, dalam hal ini kulit menjadi barang siap pakai berupa sarung tangan, namun belum bermerek. Barulah kemudian didistribusikan ke vendor.
Setiap bulan harus memproduksi puluhan ribu sarung tangan, bahkan sempat kewalahan. Ia merekrut sebanyak 60 karyawan. Upaya ini pun tak sepenuhnya berjalan mulus, sempat harus tombok untuk menggaji karyawan. Ia mengakui saat itu manajemen belum begitu bagus karena masih pemula.
“Ini hanya berjalan setahun, sampai akhirnya kami berani memutuskan untuk membuat produk sarung tangan dengan merek sendiri, yang kemudian kami beri nama Northy ini,” ucapnya.
Produk sarung tangan kulit menyasar pengguna sepeda motor dengan kisaran harga di atas Rp200.000. Ilham dan Iksal pun merekrut teman-temannya di Muhi untuk ikut bergabung di bisnis tersebut. Hasilnya tak kurang dari tiga tahun setelah ide Northy itu muncul, produknya bisa tersebar di seluruh Indonesia. Omzet per bulan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
BACA JUGA : Seniman & Wirausaha Muda Perlu Didukung untuk
“Dari bahan mentah sampai jadi, semua diproduksi oleh kami lalu kami distribusikan ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Iksal.
Saat pandemi Covid-19, keduanya pun harus memutar otak dengan membuka lebih banyak akses pemasaran secara online. Selain itu jumlah produk pun sempat dikurangi terutama ketika awal pandemi setahun silam. Pada awal 2021 ini pasarnya mulai normal kembali. Sebagai owner produk Northy, Ilham dan Iksal tak lupa berpesan kepada generasi muda agar tidak takut dalam berwirausaha, dan utamanya harus kreatif serta terus berinovasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.
Uji coba pedestrian Malioboro digelar Oktober-November 2026. Kendaraan dibatasi pukul 10.00-23.00 WIB, tamu hotel tetap dapat akses khusus.
Anthropic bersiap IPO dengan target valuasi di atas US$2 triliun. Simak daftar IPO terbesar dunia dan posisi SpaceX.