Tiket Kapal Ferry untuk Mudik Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan Sekarang
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau kepada penumpang membeli tiket melalui sistem online.
Bandara Ahmad Yani Semarang. /Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasca ditutup operasionalnya pada Sabtu (6/2/2021) akibat landasan pacu yang tergenang banjir, Bandara Ahmad Yani di Semarang sudah mulai dibuka untuk melayani penerbangan secara normal pada Minggu pagi (7/1/2021).
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan seluruh penerbangan dari dan menuju bandara berkode SRG tersebut telah dibuka sejalan dengan landasan pacu atau runway yang telah bisa digunakan.
Menurutnya bandara tersebut telah bisa difungsikan secara normal untuk seluruh penerbangan yang dijadwalkan pada hari ini tanpa harus secara bertahap.
“Saat ini runway sudah bisa digunakan statusnya per pk.06.00 WIB pagi notice to airmen [notam] sudah dibuka,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (7/2/2021).
Baca juga: DIY Terapkan Jogo Wargo Hadapi PTKM, Duzun Zona Merah Harus Dikarantina Total
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dijadwalkan untuk meninjau simpul-simpul transportasi seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan terminal yang terdampak banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah. Menhub telah bertolak dari Jakarta menuju Semarang pada Minggu (7/2) pukul 08.30 WIB.
“Saya mendapat laporan bahwa Bandara Ahmad Yani Semarang mulai Minggu pagi ini sudah bisa digunakan dengan catatan tertentu. Oleh karena itu saya ingin mengecek kondisi terkini di Bandara dan juga di Stasiun dan Pelabuhan,” ujarnya.
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang ditutup sementara atau tidak beroperasional hari ini, Sabtu 6 Februari 2021, akibat genangan yang tak kunjung surut pada landasan pacu karena hujan sejak semalam. Selain itu, hujan semalaman juga mengakibatkan jalan akses menuju bandara juga tergenang banjir.
Keputusan penutupan operasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang hari ini berdasarkan notice to airmen (NOTAM) terbaru nomor Nomor B0182/21 Notamr B0181/21 yang menyatakan bahwa landas pacu Bandara Semarang ditutup selama satu hari penuh hingga Minggu, 7 Februari 2021 pukul 06.00 WIB.
Baca juga: Pemancing Temukan Orok di Kali Winongo
Notam tersebut merupakan pembaruan notam sebelumnya yang menyatakan runway Bandara Semarang ditutup sementara hingga pukul 14.00 WIB hari ini.
Penutupan runway ini berdampak terhadap seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Semarang hari ini. Terdapat total 21 penerbangan yang dibatalkan (cancel flight) yang terdiri dari 10 keberangkatan dan 11 kedatangan.
Selain itu, terdapat satu penerbangan pagi yang pendaratannya dialihkan (divert) ke Bandara Juanda Surabaya yaitu penerbangan Garuda Indonesia GA 232 dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta yang awalnya dijadwalkan mendarat di Bandara Semarang pada 08.20 WIB.
Tim di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang telah mengeringkan landas pacu dengan menggunakan 54 pompa di 5 pump house seiring dengan melakukan pemantauan terhadap ketinggian air. Kondisi di area terminal saat ini cukup kondusif dan tidak terjadi penumpukan.
Melihat akses jalan menuju bandara yang masih terendam banjir, tim petugas Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga berupaya mengakomodir calon penumpang yang telah berada di bandara untuk dapat keluar bandara dengan mengantar ke depan Museum Ronggowarsito menggunakan truk Lanumad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau kepada penumpang membeli tiket melalui sistem online.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.