Viral Banjir di Pekalongan Berwarna Merah, Ternyata Ini Penyebabnya

Newswire
Newswire Minggu, 07 Februari 2021 03:17 WIB
Viral Banjir di Pekalongan Berwarna Merah, Ternyata Ini Penyebabnya

Kepala Kepolisian Sektor Pekalongan Selatan, Jawa Tengah, sedang mengamati barang bukti berupa obat batik yang menyebabkan banjir berwarna merah di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Sabtu (6/2/2021). /ANTARA-Dok. Polsek Pekalongan Selatan

Harianjogja.com, PEKALONGAN - Banjir di Pekalongan, Jawa Tengah menjadi viral lantaran airnya berwarna merah. Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, mengamankan pembungkus sisa obat batik yang menyebabkan merahnya air banjir di permukiman warga di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Sabtu (6/2/2021).

Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP Mochammad Irwan Susanto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan air banjir yang berwana merah pekat tersebut karena obat batik yang dibungkus dalam plastik sobek dan terbawa air banjir.

"Air genangan banjir itu disebabkan karena ada obat batik berwarna merah berasal dari industri rumah batik yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, plastik pembungkus obat batik itu sobek sehingga menyebabkan air banjir di wilayah itu ikut berwarna merah," katanya.

Baca juga: Kebanjiran, Bandara Ahmad Yani Semarang Ditutup

Ia yang didampingi Kepala Polsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki Budisantosa mengatakan obat batik yang dibungkus dalam plastik itu disimpan di tempat produksi batik namun tidak diketahui jika obat batik itu hanyut terbawa air banjir.

"Juragan (pemilik) batik kebetulan tidak mengecek tempat produksi batik karena banjir dan memang tidak ada aktivitas membatik. Obat batik itu ada yang hanyut," katanya.

Menurut dia, polisi sudah mengamankan barang bukti sisa obat batik yang hanyut itu, yaitu sekitar 1 kilo gram.

Baca juga: Banjir Semarang, Petugas PLN Fokus Pulihkan Gangguan

Sementara ini, kata dia, polsek belum menemukan bukti adanya unsur kesengajaan maupun orang yang sengaja mencecerkan obat batik warna merah ke genangan banjir.

"Sementara informasi yang kami dapatkan seperti itu. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap warga yang menemukan obat batik yang hanyut itu maupun lurah setempat sebagai saksi," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online