Peluru Bersarang di Pipi Korban Penembakan Boyolali, Pelaku Belum Tertangkap
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020)./Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Covid-19 bukan hanya penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Virus Corona juga bisa menyerang organ lain, termasuk jantung.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam The Journal of American Medical Association (JAMA), hampir 78% pasien muda yang berhasil sembuh dari Covid-19 menunjukkan adanya tanda-tanda komplikasi dan kerusakan jantung.
Parahnya, pasien Covid-19 yang memiliki riwayat masalah jantung dapat menyebabkan kematian. Sebuah studi yang dilakukan oleh China CDC Weekly, menemukan 22% pasien Covid-19 yang meninggal karena menderita masalah jantung.
Dilansir dari Times of India, Selasa (19/1/2021), berikut lima tanda Covid-19 yang menyerang jantung.
1. Kelelahan Ekstrem
Kelelahan ekstrem sering dilaporkan sebagai gejala orang yang didiagnosis dengan kerusakan jantung setelah Covid-19. Ketika jantung yang bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh bisa membuat Anda merasa lelah. Ini adalah salah satu tanda peringatan awal dari masalah jantung.
2. Peradangan Jantung
Miokarditis atau radang otot jantung adalah komplikasi jantung yang ditakuti. Miokarditis dapat terjadi karena serangan langsung virus Covid-19 di jantung, atau bisa juga karena badai sitokin yang membuat tubuh menyerang sel-sel sehat secara keliru.
Hal itu membuat otot jantung menjadi lebih lemah, menyebabkan organ membesar, dan mengganggu aliran darah. Kemudian dapat menyebabkan tingkat tekanan darah Anda turun secara tidak terduga dan menyebabkan penumpukan cairan. Selain itu, tekanan berlebihan di paru-paru atau jantung juga bisa menyebabkan gagal jantung.
3. Saturasi Oksigen Rendah
Saturasi oksigen yang rendah juga merupakan tanda Covid-19 menyerang jantung. Kondisi seperti hipoksia, disorientasi, kebingungan, bibir atau wajah kebiruan juga bisa menjadi sinyal gangguan jantung. Gangguan apa pun pada aliran darah dapat menyebabkan penggumpalan, meningkatkan peradangan, dan mempersulit jantung untuk melakukan tugasnya.
4. Nyeri Dada
Nyeri dada merupakan hal yang berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru, sesak napas, serta kerusakan jantung. Pada kasus Covid-19, penggandaan dan penyebaran virus dapat menghilangkan organ vital, seperti jantung dari darah beroksigen yang sehat, yang dapat merusak otot jantung dan mengakibatkan nyeri dada, atau angina.
Nyeri dada juga dianggap sebagai salah satu tanda pertama serangan jantung. Dalam beberapa kasus, nyeri dada yang ekstrem serta denyut jantung juga dapat menyebabkan pingsan.
5. Menderita POTS
Beberapa peneliti percaya bahwa pasien yang terinfeksi Covid-19, terutama yang melakukan perjalanan jauh bisa menyebabkan sindrom takikardia ortostatik postural (POTS). Kondisi ini dapat merusak sistem saraf, menyebabkan ketidakseimbangan detak jantung, dan tingkat tekanan darah yang tidak biasa.
POTS juga dapat bergejala seperti pusing, sirkulasi darah rendah, menyebabkan jantung berdebar-debar, pusing, serta kekebalan tubuh yang terganggu, yang semuanya dianggap sebagai tanda awal masalah jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.