Fakta-fakta KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar Tewaskan 5 Penumpang
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagian besar para siswa di Jakarta menginginkan kembali pembelajaran tatap muka karena pembelajaran jarak jauh atau daring kurang maksimal. Hal tersebut disampaikan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta.
"Dengan tatap muka, mereka dapat ingin menerima pembelajaran secara maksimal," kata Ketua PGRI DKI Jakarta, Adi Dasmin saat diskusi dialektika demokrasi di gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2020).
Dasmin menjelaskan alasan lain para siswa ingin masuk sekolah karena mereka ingin mengenal teman-temannya di sekolah, setelah berapa bulan mereka bersekolah lewat daring, tetapi tidak pernah mengenal temannya.
"Mereka juga ingin mengenal guru, pegawai dan lingkungan sekolah sekolah, " ujar Dasmin.
Baca juga: Pola Konsumsi di Harbolnas 12.12 Tahun Ini akan Berbeda
Paling penting menurut para siswa, kata Dasmin, mereka ingin ikut pembelajaran praktikum untuk sekolah kejuruan, serta sekolah umum seperti praktek-praktek di laboratorium. Bahkan para siswa ingin melakukan pembelajaran olahraga dan ibadah di sekolah bersama teman-temannya.
Dasmin menjelaskan dirinya telah melakukan survei terhadap warga DKI Jakarta dan mendapatkan beberapa pendapat dari orang tua murid dan para siswa.
Namun kata Dasmin, sebagian orang tua juga menyatakan keraguan untuk rencana pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal itu berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19.
"Saat para siswa istirahat atau keluar kelas, itu sangat sulit sekali dikontrol," kata Dasmin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pada Desember mendatang Pemprov DKI Jakarta akan melakukan kajian lebih dalam kebijakan sekolah tatap muka yang diinstruksikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Strategi Penanganan Covid-19
"Mengenai tatap muka di sekolah, kami sudah mendengar arahan dari kementerian, tapi kami akan lebih jauh lagi mengkaji, karena kondisinya di tiap daerah tentu beda-beda," kata Anies.
Selain itu, kata Anies, pihaknya akan mengkonsultasikan lebih lanjut dengan para ahli di bidang kesehatan dan di bidang pendidikan terkait tatap muka sekolah sehingga keputusan itu akan berdasarkan situasi di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan ditemukan di pekarangan warga di Semin, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki pelaku pembuangan.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Indomaret menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda usaha yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.
Fapet UGM meraih Silver Winner Media Relations Award 2026 berkat program Fapet Menyapa yang memperkuat literasi jurnalis dan kepercayaan publik.