B50 Serap Sawit Domestik, Malaysia Lihat Peluang Perluas Ekspor CPO
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Sukarelawan Covid-19 Tirta Mandira Hudhi, dikenal sebagai Dokter Tirta, mengimbau Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengajak para tokoh masyarakat berkolaborasi mengampampanyekan 3M untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker.
Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan massa yang disebabkan oleh tokoh-tokoh masyarakat di beberapa daerah.
“Saya mengkritik bukan karena hanya karena kerumunan bandara kemarin [penjemputan Habib Rizieq]. Mungkin karena faktor politik ya, beliau masanya banyak, jadi seakan-akan saya hanya menyerang HRS [Habib Rizieq Shihab]. Namun, saya sudah mengkritik dari zaman ada dangdutan di Wisma Atlet,” kata Tirta seperti dikutip JIBI, Rabu (18/11/2020).
Selain itu, dokter Tirta juga menyoroti kerumunan massa yang terjadi saat penutupan Mc Donald’s di Sarinah, Jakarta Pusat. Kejadian itu diberitakan secara luas sehingga membuat restoran cepat saji itu akhirnya didenda oleh pemerintah.
Keramaian-keramaian lain yang terjadi selama pandemi Covid-19, misalnya di Waterbom Medan, demo menolak Omnibus Law, hingga kampanye Pilkada Serentak 2020. Tirta menuturkan beberapa kerumunan lain terjadi secara beruntun di Bekasi, Bandung, dan kota-kota besar.
“Kalau mau bijak dan tegas, ayo bijak semua. Tegas semua. Jangan karena itu anak Presiden, Habib, nggak ditegur. Tegur dong semua! Kita singkirkan dulu politik dan pilkada. Saya kritik HRS dikata cebong, saya kritik Pak Ganjar [Ganjar Pranowo] dikata kadrun, bahkan ada netizen ngomong Tirta kamu relawan bela siapa jangan mencla-mencle. Saya bela kemanusiaan, kalau kita kritik dikaitkan dengan politik kapan selesai Covid-19?” ungkap Tirta.
Dia mengungapkan beberapa acara publik dibatalkan pemerintah seperti pelaksanaan konser musik dan Liga 1 karena dianggap berpotensi bahaya. Sementara itu, pemerintah justru mengizinkan kampanye pilkada di beberapa daerah.
Tirta mengatakan Indonesia seharusnya mencontoh negara lain, misalnya Malaysia dan Jepang dalam penanganan Covid-19. Negara tersebut menunjukkan koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat berjalan dengan baik.
“Nah sekarang kenapa Jakarta doang yang viral? Karena Jakarta ada aturan PSBB Transisi, tapi kemudian kejebolan demo dan penyambutan HRS. Saya tidak menyerang orang tertentu, tapi harusnya tokoh seperti HRS bisa kita rangkul sebagai agen edukasi. Dia bisa mengajak semua umatnya untuk patuh, kenapa nggak diajak kolaborasi?” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.