Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (8/10). (ANTARA/Indriani)
Haranjogja.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Iwan Syahril mengungkapkan pendidikan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal masih harus diperjuangkan.
Alasannya, kebanggaan terhadap isu keberagaman nasional, dinilai kurang mendapat apresiasi dari masyarakat dan sistem pendidikan lokal sendiri. Bahkan, sampai saat ini banyak karya lokal yang masih kurang mendapat apresiasi, bahkan sering dipolitisasi.
“Kita masih memiliki PR besar yaitu pembangunan mental karakter bangsa kita. Kita cenderung melihat kalau bangsa sendiri yang melakukan tidak ada apresiasi. Begitu dari bangsa luar jadi perhatian dan kita mengiyakan saja, padahal sebetulnya yang kita lakukan di bangsa Indonesia juga banyak dalam berbagai karya,” ujarnya dalam diskusi bedah buku ‘Pendidikan yang Berkebudayaan’, Jumat (30/10/2020).
Baca juga: Pakar: Gejala Kanker Paru Bisa Dilihat dari Kelopak Mata yang Mengendur
Menurutnya, perilaku dan sistem pendidikan tersebut harus diberantas dan dikikis habis, pendidikan harus memupuk ke arah yang memerdekakan anak didik, percaya pada diri sendiri, pada kekuatan diri sendiri, dan mendukung potensi-potensi kelokalan.
“Kurikulum kita dari dulu teksnya kan diolah untuk jadi bahan pembelajaran termasuk pendidikan karakter. Tapi, karakter tidak bisa hanya diucapkan, pendidik itu harus menjadi teladan dan menguatkan semangat dan memberdayakan dan memerdekakan menjadi mandiri,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut juga dikatakan bahwa ada kemungkinan pendidikan di Indonesia terjebak dalam paradoks kata pendidikan, di mana belajar untuk menambah pengetahuan.
Baca juga: Banyak Relawan Jokowi Jadi Pejabat BUMN, Fadli Zon: Bukan BUMN tapi Badan Usaha Milik Relawan
Sedangkan maksud pendidikan yang sebenarnya adalah untuk mengasah kemampuan diri supaya menjadi diri yang produktif - menghasilkan, yang dimaksud dengan kemandirian diri.
Dalam diskusi tersebut, penulis buku ‘Pendidikan yang Berkebudayaan’ Yudi Latif, Kepala BPIP 2018, juga menyarakan bahwa sistem pendidikan Indonesia masih harus memperdalam potensi-potensi lokal yang dimiliki, dengan prinsip Trikon dari Ki Hadjar Dewantara.
“Sesuai dengan petuah Minang, ‘alam takambang manjadi guru’, budaya daerah itu ibarat akar dan budaya nasional itu bagaikan pucuk. Jika pucuknya patah atau mati, masih ada harapan tunas bisa tumbuh. Tapi jika akar mati, maka pasti tunas tak bisa muncul. Intinya, budaya daya harus tetap dipastikan kuat agar budaya nasional bisa rimbun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.