Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mewaspadai munculnya penularan Virus Covid-19 secara parsial pada musim liburan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW, 28 Oktober - 1 November 2020. Sejumlah upaya pun dilakukan untuk mengantisipasinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono memperkirakan arus mudik pada libur cuti bersama ini terjadi pada Selasa (27/10/2020) sore dan lonjakan arus balik pada Sabtu (31/10/2020) sore.
Dampak dari adanya libur panjang tersebut antara lain terjadi arus mudik, kemacetan/kepadatan lalu lintas, kerumunan orang di tempat umum seperti di tempat wisata, pusat perbelanjaan/kuliner, transportasi umum dan lain-lain.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi peningkatan kasus covid-19, juga tindak kriminal. "Apalagi tren penyebaran virus ini tidak hanya melalui kluster, namun juga perlu diperhatikan muncul secara parsial, yakni dimana orang dari luar kota datang ke Kota Magelang dengan status positif Covid-19," ungkap Joko, Selasa (27/10/2020).
Baca Juga: Rencana Vaksinasi Banyak Dipersoalkan, Begini Jawaban Sri Mulyani
Pemkot Magelang, katanya, telah melakukan rapat koordinasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait untuk menentukan langkah antisipatif, antara lain pendataan setiap tamu yang datang. Pendatang harus teridentifikasi dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.
Pendatang dari luar kota tersebut perlu ditanya lebih dahulu apakah sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan atau belum. "Jika ada tamu dari luar kota ada gejala Covid-19 segera dilaksanakan Rapid Test di RS Budi Rahayu," jelas Joko.
Upaya lain adalah menyiagakan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang untuk pemeriksaan kesehatan. Pelayanan kesehatan dioptimalkan baik di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Pergerakan warga yang keluar masuk daerah juga terus dipantau. Dalam pengawasan ini, pihaknya meminta Camat dan Lurah berkoordinasi dengan Tim Satgas Jogo Tonggo dan Tim Kampung Siaga Covid untuk mengawasinya.
Baca Juga: Pasien Covid-19 di Kulonprogo Bertambah 5 Kasus
Sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga terus dipantau, seperti tempat strategis, tempat wisata, pusat perbelanjaan, selter kuliner dan terminal. Selain itu juga kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh warga. "Tak hanya memantau, petugas OPD juga harus mengecek langsung penerapan protokol kesehatannya," tegas Joko.
Patuh Protokol Kesehatan
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Upaya ini diharapkan bisa menekan penularan virus tersebut agar pandemi segera berakhir.
Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setiawan menambahkan, pihaknya siap bersinergi an ikut menjaga kamtibmas Kota Magelang pada masa libur panjang ini. Menyikapi ledakan pendatang, pihaknya intens melakukan operasi yustisi secara rutin bersama TNI dan Pemkot Magelang dengan sasaran yang akan dipertajam.
"Satgas Jogo Tonggo dan Kampung Siaga Covid-19 dioptimalkan dalam melakukan pendataan pendatang dan sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
BPBD Bantul meminta FPRB di seluruh wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pancaroba dan potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Menyambut libur akhir pekan Oktober 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memastikan kebutuhan transaksi perbankan masyarakat di JJateng dan DIY
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
Revitalisasi pasar di Sleman terkendala anggaran. Disperindag mengalokasikan sekitar Rp1,8 miliar untuk pemeliharaan 32 pasar pada 2026.