Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pembangunan di daerah rawan bencana seperti gempa dan tsunami harus dilakukan hati-hati dan dengan ekstra proteksi agar tidak menimbulkan kerugian yang besar jika terjadi bencana.
"Memang adanya potensi gempa ini harus menjadi perhatian kita karena kalau daerahnya itu secara ekonomi berkembang pesat maka otomatis ada konsentrasi dari penduduk yang tinggal di situ, tentunya kita tidak ingin penduduk dalam jumlah besar terekspos dengan risiko bencana," kata Bambang dalam acara virtual Keterangan Publik: Risiko Tsunami di Selatan Jawa, Jakarta, Rabu (30/9/2020).
"Makanya pembangunan baik di barat Sumatra maupun bagian Selatan Pulau Jawa harus dilakukan secara lebih hati-hati dan dengan ekstra proteksi," lanjut Bambang.
Dia menuturkan menurut penjelasan Angkasa Pura, Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo sudah didesain agar kuat terhadap kekuatan gempa besar tertentu dan sudah didesain pula di gedung terminal untuk mitigasi terhadap risiko tsunami.
"Jadi kuncinya adalah kita bisa membangun tetapi mungkin dengan tingkat kecepatan yang tidak sama dengan daerah seperti pantai utara Pulau Jawa maupun pantai timur Sumatra dan harus ekstra proteksi dari segi bangunannya dari segi misalkan perhatian terhadap potensi gempanya itu sendiri," ujarnya.
Menristek menuturkan wilayah Indonesia digolongkan sebagai sabuk api yang memang mempunyai potensi bencana baik kegempaan, gunung meletus, tsunami maupun hidrometeorologi, sehingga masyarakat harus memahami itu dan membangun kesiapsiagaan terhadap bencana.
Pembangunan di wilayah-wilayah di Indonesia juga harus memperhatikan risiko bencana untuk menghindari kerugian besar terkait nyawa maupun materi.
Sebelumnya, Tim Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meneliti tsunami purba di pantai Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kutoarjo, Kulonprogo dan Pacitan.
Endapan tsunami berumur 300 tahun ditemukan di sepanjang pantai itu. Di Lebak, tsunami tersebut mengendapkan batang-batang kayu di suatu rawa 1,5 kilometer (km) dari garis pantai.
Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan gempa dan tsunami raksasa akan berulang di jalur-jalur tunjaman lempeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.