Pemadaman Listrik PLN di Jawa Bikin Industri Baja Merugi
Pemadaman listrik di Jawa tekan industri baja hingga kehilangan produksi 1.200 ton akibat gangguan operasional pabrik.
Serangan panik/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Serangan panik dapat terjadi pada siapa saja. Itu adalah respon terhadap bahaya, stres, atau kegembiraan.
Serangan panik bisa sangat mungkin terjadi di masa pandemi, karena orang banyak mengalami stres dan ketakutan tertular atau saat mengalami sakit yang diduga terindikasi covid-19.
Akan tetapi, serangan panik juga bisa muncul tanpa alasan yang jelas, bahkan ketika sedang tertidur yang tentu akan sulit untuk mengelolanya. Mereka yang terkena serangan panik mungkin merasa seolah-olah akan mati, mengalami serangan jantung, pingsan, atau kehilangan kendali.
BACA JUGA : Hindari Stres saat Pandemi dengan Hobi
Ketika seseorang terkena serangan panik, detak jantung berdebar kencang, merasa pingsan, pusing, merasa sangat panas atau sangat dingin, berkeringat, gemetar, mual, nyeri di dada atau perut, sulit untuk bernapas atau merasa seperti tersedak. Beberapa merasakan kaki gemetar, bahkan merasa seperti terputus dari pikiran, tubuh, atau lingkungan alias ingin meninggal.
Melansir Express, Senin (28/9/2020), serangan panik bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Beberapa orang dipicu oleh tempat, situasi, dan aktivitas tertentu.
Waktu terasa berjalan sangat lambat saat mengalami serangan panik, dan penderitanya akan merasa kesulitan untuk menenangkan diri selama berjam-jam. Namun, kebanyakan serangan panik hanya berlangsung antara lima dan 20 menit, dengan gejala memuncak pada 10 menit. Dalam kasus ekstrim, serangan panik bisa bertahan hingga satu jam.
Untuk menghentikannya, Mental Health Charity Mind menjelaskan pertama-tama yakni fokus pada pernapasan. Buat 5 kali hitungan saat menarik napas dan 5 hitungan ketika mengeluarkan napas. Selanjutnya alihkan perhatian ke kaki, injak di tempat saat melakukan latihan pernapasan.
BACA JUGA : Cara Menghilangkan Stres Selama Pandemi Corona
Selanjutnya berkonsentrasilah pada tenses dengan mengunyah sesuatu yang mint atau peluk sesuatu yang lembut seperti bantal empuk. "Teknik pentanahan benar-benar dapat membantu Anda memperlambat pernapasan dan memulihkan ke keadaan normal," sebut badan amal itu,
Pikiran merekomendasikan bernapas perlahan dan mendengarkan suara-suara di sekitar. Lepaskan sepatu dan kaus kaki serta berjalanlah tanpa alas kaki. Selimuti diri dengan kain, bisa juga dengan menyemprotkan aroma terapi yang menenangkan pada selimut. Jagalah tubuh dan berikan apa yang dibutuhkannya setelah mengalami serangan panik.
BACA JUGA : Stres karena Ada Pandemi Covid-19? Ini Layanan
Adapun yang terpenting, beritahu keluarga, sahabat, atau teman ketika gejala ini datang dan bicarakan kepada mereka untuk mengantisipasi serangan panik berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.