Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu Bagimu Negeri Dinyanyikan
Prabowo Subianto tampak berkaca-kaca saat menyanyikan "Bagimu Negeri" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Keputusan tiba-tiba dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC US). Mereka menghapus informasi dari situs website mereka tentang virus corona dapat menyebar melalui udara dan dapat \'terbang\' dengan jarak lebih dari 1,8 meter.
Mereka juga menghapus pernyataan yang mengatakan bahwa virus corona biasanya menyebar ketika orang mengirup partikel yang diproduksi orang lain.
"Versi draft perubahan yang diusulkan untuk rekomendasi ini diunggah secara keliru ke situs resmi badan tersebut. CDC saat ini memperbarui rekomendasinya mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara. Setelah proses ini selesai, bahasa pembaruan akan diunggah," jelas Jason McDonald, juru bicara CDC, kepada CNN.
Baca juga: Sebut Virus Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara, CDC Imbau Jauhi Orang Sejauh 1,8 Meter
CDC mengatakan bahwa informasi soal penyebaran virus corona melalui udara diunggah secara diam-diam pada Jumat (18/9/2020) lalu.
Setelah unggahan tersebut, CDC langsung merepons CNN dan pada Senin (21/9/2020) mereka mengatakan kembali ke pedoman sebelumnya.
Di sisi lain, sebelum pedoman ini kembali seperti semula, beberapa ahli justru senang karena banyak yang menekankan selama berbulan-bulan bahwa virus corona dapat menyebar melalui partikel kecil yang melayang lebih lambat di udara.
Itulah sebabnya, The Verge melaporkan, ventilasi di dalam ruangan untuk membersihkan sisa virus dan memakai masker untuk membantu memblokir partikel yang dihembuskan, sama pentingnya.
Hanya saja, hingga kini CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mau mengakui peran yang mungkin dimainkan partikel kecil di udara dalam penyebaran penyakit.
Pada awal pandemi, mereka menyimpulkan bahwa SARS-CoV-2 menyebar dari orang ke orang ketika mereka melakukan kontak dekat, yakni melalui tetesan besar yang dihasilkan ketika salah satu dari mereka batuk atau bersin.
Sedangkan penelitian sekarang menunjukkan ada cara lain penularan virus, termasuk melalui aerosol.
Tetapi pedoman di CDC dan WHO tidak berubah secara substansial. Hal itu karena WHO ingin melihat lebih banyak bukti sebelum membuat keputusan tentang metode penularan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Prabowo Subianto tampak berkaca-kaca saat menyanyikan "Bagimu Negeri" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Komisi III DPR menargetkan RUU Perampasan Aset disahkan sebelum Desember 2026 dan membuka ruang partisipasi publik dalam pembahasannya.
YouTube akan mengubah cara hitung view mulai 24 Agustus 2026. Video langsung dihitung 1 view begitu diputar, tanpa perlu menonton 30 detik. Angka view naik, tap
Indonesia menjadi negara termakmur ketiga di ASEAN 2026 dengan skor 66,89. Namun, nilainya turun dari 67,01 pada tahun sebelumnya.
Thailand punya rekor kandang impresif lawan Singapura: 17 tahun tak pernah kalah! 7 kemenangan beruntun sejak 2010. Gajah Perang siap lolos ke final Piala AFF 2
Jersey Michael Jordan saat Game 3 Final NBA 1998 akan dilelang Joopiter dengan estimasi harga hingga US$15 juta.