Oppo dan Vivo Bakal Keluarkan Ponsel Lipat Tahun Ini
Dari nama-nama perusahaan tersebut, Xiaomi adalah yang pertama kali mengumumkan peluncuran smartphone lipatnya yakni Mi Mix Fold yang bakal segera masuk ke pasar global.
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif./Euronews
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengembangan vaksin virus corona baru atau Covid-19 potensial dari Universitas Oxford dan AstraZeneca dilaporkan telah ditunda. Penundaan ini terjadi karena adanya reaksi merugikan pada peserta uji coba klinis.
Robert Booy, Profesor Vaksinasi di Universitas Sydney mengatakan bahwa penundaan uji coba berdasarkan reaksi salah satu peserta lebih merupakan hasil dari tindakan kehati-hatian dan bukan menjadi masalah dari vaksin itu sendiri.
BACA JUGA : Ikut Uji Vaksin Corona, 42% Peserta Alami Efek Sakit Kepala
Dia mengatakan, penghentian uji coba vaksin bukanlah hal yang aneh, “Saat Anda memvaksinasi lebih dari 10.000 orang, akan ada hal-hal aneh dan menakjubkan yang terjadi pada peserta. Jadi mereka perlu menjeda proses untuk memeriksa dengan cermat apa yang terjadi,” katanya.
Booy memperkirakan bahwa proses akan kembali dilanjutkan dalam waktu 1 bulan jika penyelidikan terhadap peserta memberikan temuan yang meyakinkan. Namun, akan lebih lama jika ada insiden lanjutan yang merugikan kembali dilaporkan.
Juru bicara AstraZeneca mengatakan kepada The Guardian bahwa uji coba telah dihentikan untuk meninjau penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan, yang muncul pada salah satu peserta dalam proses uji coba.
Juru bicara tersebut menekankan bahwa reaksi yang merugikan terkait proses uji klinis hanya muncul dan tercatat pada satu peserta. Menurutnya, jeda atau penundaan percobaan merupakan hal yang biasa selama pengembangan vaksin.
“Sebagai bagian dari uji coba global random dan terkontrol yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, kami secara sukarela menghentikan vaksinasi untuk meninjau data keamanan oleh komite independen,” kata juru bicara seperti dikutip Guardian, Rabu (9/9).
Dalam pernyataannya, juru bicara AstraZeneca menyebut ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan pada salah satu uji coba. Kini pihaknya tengah menyelidiki hal tersebut secara serius.
BACA JUGA : Hasil Uji Klinis: Vaksin Sinovac Lebih Aman untuk Orang
Selain itu, penundaan ini juga dilakukan untuk menjaga integritas uji coba. Dalam proses pengujian skala besar, penyakit biasanya terjadi secara kebetulan dan harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat.
“Kami sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal ini, untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta dan standar perilaku tertinggi dalam uji coba yang kami lakukan,” imbuhnya.
Vaksin Universitas Oxford dan AstraZeneca itu awalnya diharapkan tersedia untuk publik luas pada Januari 2021 mendatang, dan merupakan salah satu dari sedikit proyek terdepan pengembangan vaksin virus corona baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Dari nama-nama perusahaan tersebut, Xiaomi adalah yang pertama kali mengumumkan peluncuran smartphone lipatnya yakni Mi Mix Fold yang bakal segera masuk ke pasar global.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.