Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Yulianto, tukang pijat di Kartasura, Sukoharjo, yang membunuh tujuh orang satu dekade lalu. (Solopos/dok)
Harianjogja.com, SOLO-- Kasus pembunuhan jagal Kartasura Yulianto hingga kini masih menyisakan mister ihwal keberadaan jenazah korban pembunuhan.
Jenazah dua korban pembunuhan oleh jagal Kartasura, Sukoharjo, Yulianto, satu dekade lalu hingga kini tak ditemukan. Dua jenazah itu dibuang di Gunung Merapi dan goa di Pantai Parangtritis, DIY.
Informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo terungkap Yulianto, warga Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, menghabisi tujuh orang. Salah satunya Kopda Santoso, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan.
Namun dari tujuh orang itu, penyidik Polres Sukoharjo hanya menemukan lima jenazah korban. Sedangkan dua jenazah lain tak berhasil ditemukan lantaran dibuang di lereng Gunung Merapi dan di goa di Parangtritis, DIY.
“Jumlah korban di persidangan terungkap ada tujuh orang. Ada yang di lereng Merapi, ada yang di Parangtritis, ada yang di Kartasura. Itu yang saya ingat. Yang ditemukan lima korban. Yang dua korban tak ditemukan,” ujar Sutarto, mantan penasihat hukum Yulianto, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler, Senin (24/8/2020).
Dibuang di Jurang
Tidak ditemukannya dua jenazah korban jagal Kartasura, Sukoharjo, itu menurut Sutarto, lebih karena faktor alam. Lokasi pembuangan jenazah di lereng gunung dan satu lagi di sebuah goa di Parangtritis.
Jenazah korban pembunuhan yang dibuang di Parangtritis ditimbun tanah dan sebagainya. Sedangkan korban di lereng Gunung Merapi dibuang di jurang di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Pasien Positif Corona Datang Periksa, Satpam & Pegawai Puskesmas Kotagede Ketularan
Menurut Sutarto, dalam proses persidangan Yulianto mengaku menghabisi dua orang itu di lokasi kejadian yakni Parangtritis dan Gunung Merapi. Kedua korban dengan jagal Kartasura Sukoharjo Yulianto saling kenal.
Mereka sudah beberapa kali ke lokasi kejadian dengan alasan ritual. Dalam proses itu, Yulianto mengaku yang membiayai perjalanannya. “Menurut pengakuan Yulianto pada waktu itu korban dan dia kenal baik. Mereka beberapa kali ke Parangtritis dan Gunung Merapi untuk ritual. Ongkos transportasi akomodasi dari Yulianto.
"Lah itu kan sudah berkali-kali. Lah ketika ditagih, itu kan alasannya berbagai macam. Terus Yulianto punya niat untuk menghabisi,” kata dia.
Sutarto menerangkan penyidik Polres Sukoharjo pernah melakukan upaya pencarian dua jenazah itu di lokasi kejadian. Namun usaha itu sia-sia karena kondisi medan.
Lima Jenazah
Di sisi lain lima jenazah korban jagal Kartasura, Sukoharjo, Yulianto berhasil ditemukan. Dua jenazah di antaranya dikubur di dalam rumah, jenazah lain dikubur dekat kandang kambing.
“Seingat saya yang dikubur di dalam rumah itu jenazah almarhum Santoso, sedangkan yang dekat kandang kambing itu korban dari warga sipil. Kalau tiga jenazah lain korban dari Yulianto saya lupa ditemukan di mana. Sudah sepuluh tahun, saya tidak ingat. Ada kliping pemberitaannya sebenarnya, tapi entah di mana kliping dokumen saya,” urai dia.
Diinformasikan sebelumnya, kasus pembunuhan tukang pijat di Kartasura, Sukoharjo, Yulianto, terungkap pada 21 Agustus 2010. Yulianto divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Sukoharjo. Yulianto dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana terhadap tujuh orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.