SHOW Token Siapkan Dana Rp1,6 Triliun untuk Industri Film Indonesia
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019)./ANTARA-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I masih melakukan peninjauan atas bandara yang digunakan untuk mendukung rencana Bali sebagai superhub.
VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan bahwa konsep ini membuat Bali menjadi gerbang pariwisata Indonesia yang terkoneksi dari lima daerah besar seperti Australia, Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.
Selain superhub, pihaknya juga tengah melakukan kajian terhadap potensi bandara lainnya yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai sepuluh hub primer.
“Tentu dengan semakin besarnya market size ke depan akan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, logistik, dan ekonomi bagi Bali serta daerah-daerah sekitarnya,” jelasnya, Rabu (18/8/2020).
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, bandar udara superhub sebagai nomenklatur baru yang diproyeksikan terhadap tiga klaster kawasan strategis, Bali, Balikpapan, dan likupang atau Manado termasuk rencana Bali Utara.
Selain itu, terdapat potensi Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado sebagai bagian dari 11 bandar udara hub primer.
Terkait dengan proyek pengembangan bandara, API juga tetap meneruskannya di tengah pandemi Covid-19. Beberapa proyek pengembangan yang tengah berjalan yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Terminal penumpang di bandara tesebut akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi yang dapat menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal saat ini 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.
Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan saat ini yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).
Proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga sudah mulai dilakukan pengerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Hingga awal Agustus 2020, progres pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 49 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.
Selain itu terdapat Bandara Internasional Lombok Praya untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021.
Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landas pacu dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun. Hingga awal Agustus 2020, progress proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok mencapai 16 persen dengan target penyelesaian pada Februari 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.