Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Ilustrasi. /REUTERS-Susana Vera
Harianjogja.com, JAKARTA--Pasien yang sembuh dari Covid-19 tak bisa menjamin bebas dari masalah kesehatan.
Banyak pasien Covid-19 yang masih menderita berbagai gejala termasuk kelelahan, sesak napas dan pelupa berbulan-bulan setelah terjangkit dari penyakit ini.
Kondisi ini biasanya dialami lebih dari 100 hari setelah terinfeksi virus corona. Mereka merasa kondisinya kembali tidak normal setelah sembuh dari virus.
Louise Nicholls, dari Litherland di Liverpool salah satu orang yang mengalami gejala aneh setelah sembuh dari virus corona Covid-19.
Louise mulai mengalami gejala virus corona Covid-19 pada awal April 2020. Saat itu ia segera mencari bantuan medis setelah menderita sejumlah gangguan pernapasan.
Sebelum jatuh sakit, kondisi kesehatan wanita 32 tahun itu sangat baik. Ia juga sering olahraga angkat beban 3 kali seminggu dan menunggang kuda.
"Aku sedang mencoba melakukan latihan dan aku benar-benar kehabisan napas. Kondisiku terasa semakin menburuk setiap hari. Dada saya mulai terasa sesak dan terbakar," kata Louise dikutip dari Mirror UK.
Louise mengaku tidak mengalami gejala batuk atau demam sebagai tanda umum virus corona Covid-19. Tapi, Louise mengalami sesak napas dan keringat malam yang selalu membuatnya terbangun.
Ketika gejalanya memburuk, Louise sempat menghubungi dokter untuk memastikan itu gejala virus corona Covid-19 atau tidak.
"Dokter saya mengatakan itu seperti gejala virus corona. Tetapi, doker berusaha meyakinkan kalau aku bisa mengatasinya dalam beberapa minggu karena masih muda dan bugar," tuturnya.
Tetapi, napas Louise masih terus memburuk dan membutuhkan inhaler steroid untuk membantu pernapasannya sampai sekarang. Padahal Louise tidak menderita asma.
Tak hanya itu, Louise juga mengalami kesulitan memejamkan mata untuk tidur, karena tubuhnya kesulitan bernapas. Kondisi ini membuatnya terus begadang sampai jam 4 pagi.
Karena itulah Louise berusaha menghubungi layanan darurat medis dan diberi tablet steroid untuk menurunkan peradangannya.
Meskipun kondisi Louise sudah jauh membaik, tapi ia masih terus berjuang mempertahankan napasnya menggunakan inhaler.
"Saya merasa jauh lebih baik, tapi saya tidak bisa terlalu memaksakan diri. Saya hanya bisa berjalan jarak dekat dan tidak bisa melakukan olahraga seperti sebelumnya," jelasnya.
Selain Louise, banyak pasien virus corona yang menderita kondisi serupa selama terinfeksi virus corona. Profesor Paul Garner telah menderita gejala virus corona Covid-19 selama 100 hari setelah tertular virus.
Ahli epidemiologi Fakultas Kedokteran Tropis Liverpool itu, mengatakan kondisinya lebih bugar dan sehat sebelum tertular virus corona. Karena, ia sering melakukan yoga dan lari selama 30 hingga 40 km seminggu.
"Ini adalah kondisi yang membingungkan, sungguh. Ada orang yang sembuh dari infeksi ini dan semua orang agak berbeda efek sampingnya," kata Paul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Cara edit foto 80-an di ChatGPT dengan fitur 80s Flashback. Simak langkah, prompt kustom, dan tips agar hasil foto retro lebih menarik.
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.