Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban, Mendarat Darurat di Makassar
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya dinilai lamban dalam merespons adanya kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Pabrik Rokok PT HM Sampoerna Tbk kawasan Rungkut, Kota Pahlawan, Jawa Timur.
"Sebenarnya Pemkot Surabaya konyol saat mengatakan bahwa kasus di Sampoerna itu bukan klaster baru. Justru ketika diketahui ada PDP [pasien dalam pengawasan] di pabrik, tapi tidak segera diisolasi malah justru akan menciptakan klaster baru," kata anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto di Surabaya, Sabtu (2/5/2020).
Untuk itu, lanjut dia, Komisi D berencana akan mengundang sejumlah pihak dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan pabrik rokok PT. HM Sampoerna terkait adanya klaster baru di Sampoerna pekan depan.
Menurut dia, pihaknya akan menanyakan apa yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya pada saat mengetahui ada dua karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 dan akhirnya meninggal. Apakah saat itu pemkot sudah melakukan tracing atau melacak, mengisolasi pasien atau juga sudah melaporkan ini ke Pemerintah Provinsi Jatim.
"Kalau sudah, apa yang menjadi buktinya. Kalau belum tinggal diakui, bahwa pemkot terlambat menginformasikan ke pemprov. Manusia wajar kalau terkadang lalai," katanya.
Ketua Fraksi Demokrat-NasDem ini mengatakan koreksi wajib dilakukan untuk perbaikan penanganan ke depan. Pemprov Jatim, lanjut dia, wajar saja melakukan koreksi, namun juga mengarahkan.
"Terhadap pasien-pasien yang PDP tapi tidak jujur dan tetap bekerja, saya secara pribadi enggan menyalahkan mereka. Kalau bicara secara kesehatan memang yang mereka lakukan keliru, tapi bicara soal keberlangsungan nafkah keluarga, mereka adalah pahlawan bagi keluarganya," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menanyakan apakah sejauh ini Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya sudah memberikan bantuan sosial untuk menjamin keberlangsungan nafkah bagi para PDP itu.
"Meminta pekerja harian dirumahkan, tanpa ada jaminan bantuan sosial adalah membunuh mereka secara perlahan-lahan," katanya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan kasus di Pabrik Sampoerna tersebut sebetulnya bukan klaster baru karena sudah diketahui oleh pihak puskesmas setempat. Namun, lanjut dia, dikarenakan puskesmas setempat harus menangani sendiri orang tersebut, sehingga pengawasannya menjadi kurang.
Untuk itu, kata Risma, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan TNI dan Polri saat ini terus melakukan upaya tracing atau melacak PDP tersebut.
"Jika hanya dilakukan puskesmas sendiri, masih kurang. Makanya sekarang semua data pasien sudah masuk ke TNI dan Polisi, bahkan nomer telepon juga ditracing sama polisi," katanya.
Diketahui terdapat dua karyawan pabrik PT. HM Sampoerna Tbk yang positif terinfeksi Covid-19 dan sudah dirawat di rumah sakit, namun keduanya telah meninggal dunia. Menindaklanjuti kasus tersebut, tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim melakukan tracing terhadap sekitar 500 karyawan Pabrik Rokok HM Sampoerna.
Semua karyawan tersebut kemudian dilakukan rapid test dan hasilnya sebanyak 98 orang dinyatakan reaktif (positif) Covid-19. Selanjutnya juga dilakukan pemeriksaan swab dan sampai sekarang masih menunggu hasilnya.
Dari 98 orang karyawan, sebanyak 91 orang di antaranya hingga kini diisolasi di sebuah hotel di Surabaya. Sedangkan tujuh orang lainnya menjalani rawat inap di rumah sakit karena mengalami gejala klinis Covid-19.
Sementara itu, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita dalam siaran persnya mengatakan pihak manajemen telah menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2, Surabaya, sejak 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan.
"Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 sekaligus menghentikan tingkat penyebaran Covid-19 yang sekarang telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Upaya penanganan kemiskinan secara terpadu yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuai berbagai apresiasi dari berbagai pihak.