Regulasi PLTS 100 GWp Segera Terbit, Pemerintah Kejar Target 3 Tahun
Regulasi PLTS 100 GWp masih dibahas antar-K/L. Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi surya itu rampung dalam tiga tahun.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SOLO -- Stok jatah rapid test kit di Kota Solo dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah menipis. Namun, Pemkot Solo memastikan tak akan beli lagi.
Dari jatah sebanyak 75 unit, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo telah memanfaatkan 57 unit. Ke-57 unit rapid test itu dipakai untuk mengecek orang dalam pemantauan (ODP) yang kontak erat dan kontak dekat dengan pasien terkonfirmasi positif Corona.
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan alasan Pemkot tak akan membeli rapid test kit lagi karena hasilnya belum pasti valid.
Meski hasil rapid test terhadap ODP di Solo tersebut positif Covid-19, ODP tersebut tetap harus melalui uji swab polymerase chain reaction (PCR) untuk menegakkan diagnosisnya.
Ning mengaku tidak ingin pengadaan rapid test itu sekadar untuk menenangkan masyarakat. Terlebih, harga alat tersebut mahal dengan hasil yang belum pasti akurat.
“Enggak bisa begitu karena dana negara harus dipertanggungjawabkan. Apakah ini masuk pemborosan atau tidak,” kata dia saat dijumpai wartawan, Rabu (15/4/2020).
Ning, sapaan akrab Kepala DKK Solo, menjelaskan hasil rapid test negatif juga belum tentu benar-benar negatif Covid-19. Jika alat tersebut memiliki ambang 50 untuk menunjukkan hasil positif, seseorang dengan antibodi 30 tidak akan terdeteksi apakah terpapar virus SARS CoV-2.
Padahal bisa jadi di dalam tubuhnya sudah memiliki virus itu. “Dia percaya diri karena negatif hasilnya kemudian berkeliaran di mana-mana dan menularkan. Jadi, kami memilih tidak mengadakan rapid test sendiri,” ungkap Ning.
Kendati begitu, DKK Solo tidak akan menolak apabila kembali mendapatkan jatah rapid test baik dari provinsi maupun pusat. Sejumlah pihak pun sudah menawarkan suplai rapid test namun dia tolak.
Ketimbang rapid test, Kepala DKK Solo itu memilih fokus pada uji swab PCR untuk memastikan seseorang positif atau negatif Covid-19. Terlebih, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menunjuk laboratorium RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk mengadakan uji swab.
"Kalau pengiriman spesimen lebih dekat, harapannya hasilnya juga lebih cepat,” kata dia.
Ia berharap uji swab di laboratorium RS di Kartasura, Sukoharjo, itu berjalan lancar. Salah satunya dengan dukungan pengiriman reagen yang sambung menyambung.
Kondisi saat ini, sambung Ning, berbeda dengan sebulanan lalu. Saat itu, pengadaan reagen jauh lebih sulit. “Belinya tidak bisa langsung banyak, karena zat di dalamnya mudah rusak. Per Rabu ini, RS rujukan sudah mulai kirim spesimen ke sana [RS UNS],” tandasnya.
Sebelumnya, juru bicara Covid-19 RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan kapasitas alat uji laboratorium RS UNS mencapai 50 spesimen per hari. Cakupan layanan meliputi area Soloraya, eks karesidenan Semarang dan Pati.
Ditargetkan hasil uji PCR keluar keesokan harinya jika kondisi pemeriksaan wajar atau tidak ada pengulangan. Namun, jika ada pengulangan, maka tempo pemeriksaan bisa lebih panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Regulasi PLTS 100 GWp masih dibahas antar-K/L. Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi surya itu rampung dalam tiga tahun.
Layanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hadir di Kantor Kapanewon Godean pada Rabu 9 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Layanan perpanjangan SIM di Kulonprogo pada Rabu 9 September 2026 hadir di PJR Temon, Mal Pelayanan Publik, dan Satpas 1450 Polres.
Layanan SIM Keliling SIMMADE Polres Gunungkidul hadir di Toserba Sambipitu Patuk pada Rabu 9 September 2026 mulai pukul 09.00 WIB
Layanan perpanjangan SIM di Kota Jogja tersedia di SIM Keliling Alkid, MPP Balai Kota, Drive Thru Sijidtu, dan Satpas Polresta.
Layanan SIM Keliling SIMMADE Polresta Sleman hadir di MPP dan Satpas pada Rabu 9 September 2026 mulai pukul 08.00 WIB.