Longsor Salju Gunung Mizhirgi Rusia Tewaskan 13 Pendaki, 4 Hilang
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) beserta keluarga memberikan keterangan pers terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020)./ANTARAFOTO-Maulana Surya
Harianjogja.com, SOLO — Ibu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020). Kepergian Sudjiatmi menimbulkan duka bagi sang cucu, Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Gibran, ibu Jokowi tersebut tak perrnah ingin merepotkan anak-cucunya. sebelum meninggal. Bahkan, ia kerap datang ke berbagai acara dengan menaiki becak seorang diri.
Selama empat tahun sakit kanker, almarhumah ibunda Jokowi tak pernah menunjukkan rasa sakitnya kepada anak-cucunya.
"Empat tahun Eyang Noto gerah, tapi tak pernah menunjukkan rasa sakitnya kepada anak-cucunya. Beliau masih berusaha mendatangi pengajian, dan kegiatan-kegiatan lain, bahkan kadang naik becak sendirian, atau meminta diantar sopir," tulis Gibran melalui akun Instagramnya, @gibran_rakabuming, Rabu (25/3/2020) malam.
Ia juga menceritakan Eyang Noto, sapaan akrab ibunda Jokowi sangat rajin beribadah, termasuk puasa dan salat tahajud. Keluarga besar Jokowi mengaku kehilangan sosok eyang yang menjadi suri tauladan dalam kehidupan mereka.
"Eyang Noto tidak pernah mau membebani anak-cucunya untuk beragam aktifitas beliau. Puasa dan shalat tahajudnya tak pernah putus, untuk mendoakan kami semua anak-cucunya, agar menjadi orang yang berguna untuk orang banyak," imbuhnya.
"Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahan semasa hidup, menerima semua amal baik dan dikaruniakan surga terbaik.. Kami memintakan maaf atas kekurangan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup," lanjutnya.
Suami dari Selvi Ananda ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penghormatan terakhir kepada almarhumah di rumah duka maupun lokasi pemakaman. Hal ini mengingat di Indonesia sedang terjadi wabah virus corona.
"Bukan berarti keluarga melarang, tapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan mengikuti kebijakan pemerintah terhadap situasi tanah air, saya menyarankan untuk mendoakan dari rumah saja," pesan ayah dari Jan Ethes ini.
Sakit Kanker
Seperti yang diketahui, ibunda Presiden Jokowi mengembuskan napas terakhir di RST Slamet Riyadi atau RS DKT Solo, Rabu sore pukul 16.45 WIB.
Dalam konferensi pers yang digelar di rumah duka Jl. Pleret Raya nomor 9A, Sumber, Banjarsari, Solo, Presiden Jokowi mengatakan ibunya sudah empat tahun menderita kanker.
"Tadi sore pada jam 16.45 WIB, telah berpulang kehadirat Allah SWT, ibunda kami. Ibu Sudjiatmi Notomiharjo. Yang kita tahu bahwa ibu ini sudah empat tahun menderita sakit, yaitu kanker dan sudah berobat,” jelas mantan Wali Kota Solo itu.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan pihak keluarga telah melakukan berbagai cara untuk mengobati Eyang Noto termasuk menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
“Kita semua berusaha, berikhtiar, berobat. Utamanya di RSPAD Gatot Subroto. Tetapi memang Allah sudah menghendaki,” ungkap Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Cara edit foto 80-an di ChatGPT dengan fitur 80s Flashback. Simak langkah, prompt kustom, dan tips agar hasil foto retro lebih menarik.
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.