Harga Emas Perhiasan Turun 1 September 2026, Cek Daftarnya
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
Ilustrasi/Msutoday
Harianjogja.com, JAKARTA - Para ahli medis dan WHO menyatakan salah satu cara yang paling ampuh dalam menghindari penularan Virus corona adalah hidup bersih dan mencuci tangan dengan teratur. Penularan virus Covid 19 ini bisa melalui media tangan, yang kemudian masuk melalui mulut, hidung dan mata ketika seseorang memegang wajahnya.
Karena itu, anjuran mencuci tangan dengan rutin untuk menghilangkan virus wajib dilakukan untuk pencegahan penularan virus corona.
Tapi, bukan sekadar mencuci tangan biasa saja. Ada cara standar yang dikeluarkan WHO untuk mencuci tangan yang ideal untuk mencegah penularan bakteri ataupun virus.
Mencuci tangan ini memiliki prinsip memakai cairan antiseptik dengan menggosokkan tangan (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash).
Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik. Lima kali melakukan handrub sebaiknya diselingi satu kali handwash.
Berikut 6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.