NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. /THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Harianjogja.com, JAKARTA--Wabah virus Corona yang semakin banyak menelan korban jiwa mendorong dipulangkannya sebanyak 21 WNI dari China.
Sebanyak 21 Warga Negara Indonesia (WNI) telah dipulangkan dari China pada Senin pagi dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada sore atau malam ini, menyusul terus meningkatnya dampak dari wabah virus corona di Negeri Tirai Bambu.
"Kami baru memfasilitasi juga bersama-sama dengan pemerintah daerah terkait memulangkan 21 orang dari Bandara Beijing. Jadwalnya hari ini sampai," ujar Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun saat telekonferensi pers dari Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2020).
Djauhari memastikan 21 WNI yang pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Seluruh WNI tersebut sebelumnya sudah menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan dari otoritas kesehatan China.
Setibanya di Indonesia, sebanyak 21 WNI tersebut juga akan menjalani protokol kesehatan termasuk pengawasan dari Dinas Kesehatan daerah asal WNI tersebut, dan juga dari Kementerian Kesehatan.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah juga memastikan sebanyak 21 WNI telah dinyatakan sehat oleh otoritas China.
Mereka juga berasal dari daerah di China yang tidak terkena status locked down atau terisolasi. Oleh karena status sehat tersebut, mereka diizinkan untuk keluar dari wilayah China.
"Mereka sudah menjalani proses pemeriksaan kesehatan sebelum meninggalkan China dan dinyatakan sehat," ujar Teuku.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menjelaskan tidak akan ada observasi khusus bagi WNI yang pulang dari China, seperti halnya dengan 243 WNI yang diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau.
Pada 1 Februari 2020, pemerintah mengevakuasi 243 WNI dari Provinsi Hubei, China, ke Tanah Air. Namun, sebelum berbaur dengan masyarakat, sebanyak 243 WNI tersebut harus dikarantina di Natuna. Hal itu dikarenakan Provinsi Hubei merupakan episentrum penyebaran virus corona.
Namun, Kemenkes tetap mengawasi ke-21 WNI tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Setelah tiba di Indonesia, nantinya 21 WNI tersebut akan kembali ke daerah asal mereka. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan (Kemkes) pun telah melakukan penyuluhan kepada pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk mengawasi ke-21 WNI itu.
"Mereka yang akan tiba malam ini, akan dipantau menggunakan health card," ujar Anung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp81.800 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional berdasarkan PIHPS hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Pemkab Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM membuka layanan kesehatan jiwa di puskesmas untuk memperkuat pencegahan bunuh diri.