IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Screenshoot percakapan oknum pengurus Rohis yang dianggap mengintimidasi siswa untuk berhijab (istimewa)
Harianjogja.com, SRAGEN--Teror pengurus rohis SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah bikin korban teror trauma dan tak mau masuk sekolah.
Orang tua siswi Z, Agung Purnomo ingin memindahkan putrinya dari SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah usai kasus teror gegara Z tak berjilbab. Sebab, putrinya itu sudah lama tak masuk sekolah setelah mendapat teror itu.
"Kami sudah ambil keputusan untuk dipindah sekolah. Tapi juga tak balikke (dikembalikan) ke anak lagi nanti pinginnya seperti apa. Kami orang tua hanya ingin anake iso (bisa) sekolah, gitu aja," kata Agung saat ditemui wartawan di kompleks rumah dinas Bupati Sragen, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, Kamis (16/1/2020).
Agung menyebut saat ini anaknya belum masuk sekolah karena sakit. Dia mengaku keinginan untuk pindah sekolah merupakan keputusan dia dengan istrinya. Namun, putrinya itu masih tetap ingin bersekolah di SMA Negeri 1 Gemolong.
"Nanti saya tanya dulu terserah anaknya yang menentukan. Biar semuanya lebih baik, SMA lebih baik, anak-anak di sana juga lebih baik, gitu aja. Tadi saya juga minta sekolah merehabilitasi nama anak saya yang katanya menjadi contoh buruk. Wong nggak ada norma yang dilanggar kok contoh buruk yang seperti apa," beber Agung.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) wilayah VI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, berharap yang bersangkutan tetap bersekolah di SMA Negeri 1 Gemolong. Namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada siswi tersebut.
"Orientasinya adalah psikologi anak yang harus kita jamin. Jika anak memang sudah tidak mau (bersekolah di SMAN 1 Gemolong), orang tua harus berikhtiar. Kalau itu sudah jadi keputusannya kami siap membantu (mencarikan sekolah)," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama orang tua siswi, pihak sekolah, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, bersama forkompida Kabupaten Sragen sudah melakukan mediasi. Yuni memastikan kasus ini terselesaikan dengan baik.
"Baik dan terselesaikan dengan baik," kata Yuni kepada detikcom-jaringan Harianjogja.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.