7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Novel Baswedan. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Polisi tak mau membeberkan wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Setelah dua tahun lebih berjalan, kasus teror air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan akhirnya tertangkap. Terkait pengungkapan kasus ini, penyiram air keras ternyata adalah dua anggota Polri aktif.
Keduanya berinisial RB dan RM yang ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok pada Kamis (26/12/2019), juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun demikian, kedua tersangka tersebut tak dipamerkan di hadapan awak media ketika kasus penangkapan teror air keras terhadap Novel itu dirilis di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019) petang.
Padahal, rilis penangkapan tersebut dipimpin langsung Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang didampingi Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. Belum diketahui, alasan pejabat Polri tak memajang dua tersangka kasus teror yang menimpa Novel.
Di depan para pewarta, Listyo hanya menyebutkan bahwa kedua pelaku tersebut berinisial RB dan RM yang tidak lain merupakan anggota Polri aktif.
"Dari Polri aktif," kata Listyo.
Argo juga menambahkan, jika penyidik masih mendalami motif RB dan RM yang menjadi operator terkait penyerangan tersebut yang menggunakan air keras tersebut.
"Sabar ini sedang pemeriksaan awal. Belum bisa kami sampaikan karena masih dalam pemeriksaan," kata Argo.
Diketahui, kasus penyiraman air keras terhadap Novel menjadi salah satu kasus teror yang menyita perhatian publik. Bukan hanya aksi teror yang terbilang sangat nekat, dampak teror tersebut menyebabkan mata Novel rusak.
Teror itu terjadi pada 11 April 2017 lalu. Novel diserang air keras oleh dua pelaku misterius yang mengendarai sepeda motor, ketika hendak pulang usai menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ihsan yang tak jauh dari kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.