Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, CHINA - Seorang ayah di China yang dilaporkan membuat putranya mengemis di stasiun kereta Shanghai sebagai hukuman karena tidak melakukan pekerjaan rumah (PR) membuat publik geram.
Pada Kamis pagi, polisi Shanghai menanggapi panggilan darurat tentang seorang bocah lelaki dengan tas sekolah berlutut meminta makanan di stasiun kereta setempat. Ketika petugas menemukan bocah 10 tahun itu, dia memegang mangkuk kecil dan meminta makanan kepada orang-orang.
Saat ditanya bagaimana ia sampai di sana, anak itu memberi tahu mereka bahwa ayahnya telah meninggalkannya di stasiun sekitar 45 menit sebelumnya. Dia diberikan mangkuk dan disuruh mengemis dari orang asing sebagai hukuman karena tidak melakukan pekerjaan rumahnya.
“Saya dilaporkan oleh guru. Saya tidak menyelesaikan pekerjaan rumah saya," kata bocah itu kepada polisi sebagaimana dilansir Oddity Central. "Ayahku menyuruhku berlutut dan meminta makanan sebagai hukuman."
Petugas membawa anak itu ke kantor polisi di mana mereka menawarinya biskuit dan minuman panas, dan menghubungi ibunya, yang datang menjemputnya sekira satu jam kemudian. Dia mengatakan kepada polisi bahwa suaminya memang sangat kesal karena putra mereka sering dilaporkan tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya, dan telah memutuskan untuk membuatnya memohon untuk menunjukkan kepadanya betapa hidup tanpa kebahagiaan menantinya jika dia tidak belajar keras.
Sang ibu menambahkan bahwa dia tidak setuju dengan metode yang digunakan sang suami.
Tidak jelas apakah pihak berwenang mengambil tindakan terhadap sang ayah yang keras itu. Akan tetapi Kankannews.com melaporkan mereka memperingatkan sang ibu bahwa hukuman seperti itu merusak harga diri dan mengganggu ketertiban umum.
Gaya pendidikan keras dan hukuman berat seperti itu bukannya sesuatu yang aneh di China, namun meski begitu ayah anak itu mendapat banyak kritik di media sosial. Sebagian besar warganet menyatakan tidak setuju dengan metode yang digunakan dalam mendidik anak itu.
"Apa yang dipikirkan si ayah? Akan terlambat jika terjadi sesuatu pada anak itu. Syukurlah polisi terlibat,” tulis seorang pengguna Weibo.
"Aku bisa membayangkan ayah menjalani kehidupan yang sulit karena dia harus bangun dan bekerja setelah tengah malam dan dia pasti sangat marah karena bocah itu tidak bekerja keras, tetapi mengemis di stasiun kereta api terlalu berbahaya bagi anak itu," kata seorang komentator lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.