Program FLPP Dikebut, Ara Yakin Penyaluran 350.000 Rumah Tercapai
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Nasib tragis dialami Ben Littlewood, seorang remaja 17 tahun dari Manchester. Ia meninggal dunia setelah menoleh terlalu cepat. Saat itu ia sedang membuat teh untuk adiknya lalu mendadak pingsan.
Sang ibu yang melihat anaknya jatuh pingsan di dapur langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah 8 hari menjalani perawatan di rumah sakit, Ben dinyatakan meninggal dunia.
Pemeriksaan medis di Stockport meyakini bahwa kematian Ben akibat menoleh terlalu cepat. Sehingga cara itu menyebabkan arteri robek dan membekukan darahnya di otak.
Karena usianya yang masih muda, dokter tidak menyadari bahwa pria itu juga menderita stroke setelah 4 hari dirawat di rumah sakit secara intensif.
Seorang dokter yang melakukan pemindaian otak Ben sebelum meninggal lantas mengatakan belum pernah menemukan kasus seperti ini selama 12 tahun menjadi tim medis.
"Dia memiliki hati yang lapang dan bisa membantu siapa pun," kata ibu Ben, Vicki Brocklehurst dikutip dari The Sun.
Vicki mengatakan bahwa sehari-hari Ben bekerja di tempat kayu dan ingin bergabung dengan Tentara Teritorial setelah lulus dari perguruan tinggi.
Menurut sang ibu, Ben adalah seorang anak, kakak, sepupu dan cucu yang baik. Selain itu, Ben juga seorang pelajar terbaik. Seumur hidup, Ben diketahui tidak memiliki masalah kesehatan, mengonsumsi obat-obatan maupun minum alkohol.
Karena itu, sang ibu mengira anaknya terjatuh dan kepalanya terbentur sehingga ia langsung memanggil ambulans. Para medis yang datang pun langsung memberi tahu bahwa ada benjolan dan luka di dahi anaknya.
Setelah tiba di Rumah Sakit Tameside, Ben langsung menjalani CT scan dan dokter menyatakan bahwa kondisi otaknya normal.
Awalnya, dr Shiva Koteeswaran, seorang ahli radiologi meminta Ben melakukan CT scan karena menduga ada pendarahan di otak atau tumor. Apalagi Ben juga memiliki benjolan di dahi yang dikira mengalami patah tulang tengkorak.
Tetapi, Shiva melihat bahwa kondisi tengkorak Ben sangat normal. Ternyata Ben justru mengalami trombosis arteri yang sangat jarang dan Shiva belum pernah menemukan kasusnya selama 12 tahun menjadi dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,