PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
Andrinof Chaniago dan Saleh Husin. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Peristiwa unik dialami dua mantan menteri era Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Mereka yakni Andrinof Chaniago (eks menteri PPN) dan Saleh Husin (eks Menperin). Keduanya kehilangan alas kaki saat mengikuti salat jenazah Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy, Kamis (21/11/2019).
Kisah kehilangan alas kaki dua menteri ini viral di media sosial. Hal itu berawal dari Andrinof Chaniago yang menceritakan insiden tersebut di Instagram pribadinya, @andrinofachaniago.
"Bismillah, kami sedakahkan sepasang sepatu bagus dan sepasang sandal bagus kami masing-masing kepada pencuri yang mengambil sepatu dan sandal tersebut tadi siang di mesjid Gema Pesona Depok, dan kami doakan pencuri tersebut dapat hidayah untuk beralih profesi ke pekerjaan dan usaha yang halal. Amin YRA #DuaMantanMenteriKehilanganAlasKakiBarengan," tulisnya.
Unggahan tersebut rupanya menimbulkan simpati warganet. Banyak warganet memuji kebesaran hati mereka, dan kemudian mendoakan keduanya.
Salah satunya akun hadari_vikri yang menulis "Masya Allah... pemimpin yg ikhlas. Semoga bapak berdua selalu diberkahi, Aaamien yra".
Akun @diajeng_bhakti bahkan meminta maaf. "Maafin warga Depok ya, Pak Andrinof dan Pak Saleh Husin. Memalukan sangat ini mah" tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.