Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 Lengkap
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Profesor Dyah Aryarini Perwitasari. /Ist-UAD
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang guru besar ilmu farmasi memiliki kemampuan lebih di luar bidang keilmuan yang digeluti. Dia adalah Profesor Dyah Aryarini Perwitasari Guru Besar yang membidani farmakogenetik dan farmako klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Ia rupanya piawai bermusik dan menciptakan lagu.
Alumnus S3-Leiden University Medical Center The Netherlands ini beberapa kali menciptakan lagu. Terakhir kali mendapatkan Juara 1 nasional dalam lomba penciptaan Mars Jurnal Ilmiah yang diumumkan Kemenristekdikti pada September 2019 lalu. Lirik berjudul Pena Berkarya dinilai paling unggul dibandingkan puluhan karya lain yang diciptakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kebetulan, lingkungan keluarga sejak kecil mendukung kami dengan dunia musik, jadi sudah terbiasa dengan musik,” terang dia dalam rilisnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (26/10/2019).
Ia mengatakan, sampai saat ini sudah menciptakan sedikitnya lima lagu. Mulai dari lagu tentang persahabatan hingga soal cinta. “Waktu di SMA juga pernah menciptakan lagu,” kata alumnus SMAN 1 Yogyakarta ini.
Kepiawaian dalam menciptakan lagu, rupanya masih dipertahankan hingga ia meraih gelar akademik tertinggi sebagai seorang profesor. Pena Berkarya yang ia ciptakan berawal dari semangat sebagai seorang dosen yang harus melahirkan karya tulis ilmiah dan penelitian.
“Syair di lagu saya dinilai panitia sangat cocok dengan kehidupan karya ilmiah, sehingga sesuai untuk mars jurnal ilmiah,” ujarnya.
Karya yang ia ciptakan tersebut bersaing dengan puluhan peserta hingga terseleksi menjadi delapan karya seluruh Indonesia. Setelah dilakukan voting, Pena Berkarya mendapatkan suara tertinggi dan ditetapkan sebagai juara pertama. Dyah berharap mars yang ia ciptakan bisa menginspirasi para dosen untuk meneliti dan menulis, karena lagu tersebut akan dinyanyikan di setiap pertemuan ilmiah.
“Saya menciptakan lagu itu hanya sekitar dua jam saja, karena informasi yang saya dapatkan waktunya sudah mepet harus dikumpulkan ke panitia. Pada awalnya saya tidak mengira akan jadi yang terbaik, karena peserta lain juga rata-rata punya riwayat musikalitas yang tinggi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
DPRD Temanggung menilai pembatasan nikotin dan tar berpotensi mengurangi serapan tembakau lokal serta berdampak pada petani jika diterapkan.
Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap akhir penyesuaian LP2B. Setelah persetujuan ATR/BPN terbit, proses perizinan akan dilanjutkan.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.
Polres Bantul mengungkap dugaan peredaran Alprazolam di Kasihan setelah menerima laporan warga. Seorang pemuda diamankan bersama 24 tablet obat psikotropika.
Program BPBL 2026 menargetkan 225.000 rumah tangga prasejahtera mendapat sambungan listrik gratis beserta instalasi, token, dan daya 900 VA.