KPK Kembali Periksa Saksi Kasus Gratifikasi Muhammad Haniv
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Susi Pudjiastuti/Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa nama yang dipanggil Presiden Joko Widodo mendapat sorotan dari Kelompok relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman).
"Prabowo yang jelas-jelas rivalnya malah diundang. Sebagai relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012 hingga Pilpes 2019, kami sangat kecewa," kata Ketua Umum DPP Jaman, A. Iwan Dwi Laksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/10/2019) malam.
Dia menilai, selain ahli di bidangnya, hanya dua kriteria orang yang pantas masuk kabinet yaitu bagi menteri petahana adalah punya prestasi dan bagi pendatang baru, harus orang yang benar-benar berkeringat memenangkan Jokowi di Pilpres demi visi bersama "Indonesia Maju".
Menurut dia, menteri petahana yang jelas-jelas prestasinya seperti Susi Pujiatusi dan Ignasius Jonan justru tidak dipanggil, padahal capaian keduanya selama menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid I mendapatkan apresiasi.
"Padahal capaian Susi untuk perikanan dan kedaulatan maritim Indonesia luar biasa. Sama halnya capaian positif Jonan terkait kemandirian energi dalam negeri seperti kebijakan BBM satu harga, amendemen kontrak seluruh pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)," ujarnya.
Dia menyarankan agar Presiden fokus mencari calon menteri yang dapat mewujudkan visi dan misinya, yang tentu sangat berbeda dengan rivalnya di Pilpres lalu.
Iwan berharap Presiden bisa lebih leluasa memilih para pembantunya tanpa beban, tanpa tekanan dari konsep proporsionalitas bagi-bagi "kue" yang adil di internal partai koalisi dengan landasannya bisa dari kuantitas perolehan suara partai.
"Kami ingat, Bapak Jokowi sering sekali mengatakan di rapat-rapat dengan relawan bahwa di periode selanjutnya tanpa beban memilih orang di kabinet, untuk mencari pembantunya yang fokus kerja nyata , bukan cari muka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.