Harga BBM 19 September 2026, Pertamax hingga Shell Naik
Harga BBM 19 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal bulan. Cek harga Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell terbaru.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Fauzi Lamboka.
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketum NasDem Surya Paloh dikabarkan bakal bertemu dengan PKS, partai yang secara tegas menyatakan oposisi terhadap pemerintah.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman buka suara terkait kemungkinan Partai NasDem menjadi oposisi pemerintah Jokowi. Sohibul menghormati apapun keputusan partai besutan Surya Paloh nantinya.
Sohibul mengaku sempat berbincang santai dengan Surya Paloh saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR RI, Minggu (20/10/2019) lalu. Bahkan, Surya Paloh turut menghormati sikap politik PKS.
"Kemarin waktu pelantikan Pak Jokowi, saya kebetulan duduknya disamping pak Surya Paloh ya. Kami ngobrol pak Surya Paloh menyampaikan kepada saya, dia menghormati apa yang menjadi pilihan politik PKS dan beliau menyatakan ingin membangun silaturahim," ujar Sohibul di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).
Untuk itu, PKS akan menggelar pertemuan dengan Partai NasDem pekan depan. Persamuhan tersebut akan berlangsung di kantor DPP PKS dalam waktu dekat.
"InshaAllah, direncanakan pekan depan mungkin hari Rabu, NasDem itu akan hadir ke DPP PKS, Pak Surya Paloh mengatakan, \'dinda saya akan datang membawa 10 orang lah ke DPP PKS\'. Ketika saya katakan, \'Bang saya saja deh yang ke NasDem\', dia bilang \'tidak boleh saya harus datang ke PKS," kata dia.
Sebagaiman diketahui, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai peluang Partai Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi akan semakin membuat koalisi pemerintah semakin gemuk.
Menurutnya, jika tidak ada oposisi maka pemerintahan Jokowi pun bisa berpeluang ke arah sistem otoritarian.
"Tidak baik kalau tidak ada check and balances, tak lagi oposisi, demokrasi selesai. Negara cenderung akan otoriter dan monarki," kata Surya Paloh usai pelantikan Jokowi - Ma\'ruf Amin, Minggu (20/10/2019).
Bahkan, Surya Paloh pun menyampaikan, jika nantinya tidak ada lagi partai penyeimbang, NasDem tak masalah untuk keluar dari koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.
"Kalau tidak ada yang mau jadi oposisi, Nasdem saja jadi oposisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Harga BBM 19 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal bulan. Cek harga Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell terbaru.
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.