Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Tangkapan layar Facebook akun Komunitas Peduli Malang mengenai peristiwa penamparan terhadap 10 siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang oleh motivator di acara seminar kewirausahaan. /Suara.com-Facebook.
Harianjogja.com, MALANG--Tangis Wali Kota Malang, Sutiaji langsung pecah saat bertemu dengan sepuluh siswa SMK Muhammadiyah Malang yang menjadi korban tamparan salah seorang motivator, Agus Setiawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di SMK tersebut, Kamis (17/10/2019).
Sutiaji tak mampu menahan isak tangisnya, bahkan berhenti sesaat ketika berdialog dengan para siswa yang menjadi korban tamparan motivator, orang tua/wali siswa, guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Malang, serta jajaran pengurus yayasan, Jumat (18/10/2019).
"Saya membayangkan kalau mereka ini anak saya. Anak saya ada yang seusia para korban ini. Mereka ini adalah calon pemimpin di masa depan," ucapnya.
Ia menyesalkan kejadian kekerasan ini sampai terjadi di Kota Malang. Apalagi, Kota Malang adalah kota pendidikan. "Saya dan Kota Malang tertampar dengan peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah ini," jelasnya.
Sutiaji mengaku tertampar dengan kejadian ini karena tidak sesuai dengan visi misinya yang menjadi Malang kota bermartabat. "Saya pernah dipendidikan. Saya tahu, dan saya tidak suka ada orang yang memperlakukan siswa seperti itu," ujarnya.
Pada pekan depan, politikus Partai Demokrat itu akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Kota Malang guna mengedukasi para kepala sekolah dalam mendidik para siswa, bahkan memberikan cara (tips) dalam memilih motivator dalam setiap kegiatan program pendidikan.
"Nanti para sekolah kalau mau mengundang motivator harus tau dulu track recordnya. Beneran motivator atau tidak. Itu harus sepengatahuan kami dan harus diinformasikan ke kami. Ini yang menjadi PR," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.