Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Tangkapan layar potongan video orang yang mengaku bernama Ki Sabdo menggelar ritual di gedung DPR/MPR, persisnya di lobi Nusantara V, Senayan, Jakarta, viral di YouTube, Jumat (18/10/2019). /Ist-YouTube
Harianjogja.com, JAKARTA-- Persiapan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih tidak hanya dilakukan petugas kesekretariaran. Sebuah video orang yang mengaku bernama Ki Sabdo menggelar ritual di gedung DPR/MPR, persisnya di lobi Nusantara V, Senayan, Jakarta, viral di YouTube, Jumat (18/10/2019).
Video tersebut diketahui semakin menjadi perbincangan di media sosial, karena dikaitkan dengan acara pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi – Maruf Amin pada hari Minggu (20/10/2019) akhir pekan ini.
Ki Sabdo dalam video tersebut menegaskan, gedung DPR telah dijaga oleh sejumlah makhluk tak kasat mata untuk mengamankan jalannya pelantikan Jokowi.
“Saya ritual terakhir di Gedung DPR RI ini, gladi bersih begitu. Jadi sedang mengecek anak buah saya di sini, mulai Ratu Selatan Nyi Roro Kidul, terus jin kayangan dan lain-lain sudah ada di dalam, maupun sekitarnya. Ini untuk mengamankan tanggal 20 pelantikan Joko Widodo,” ujar Ki Sabdo seperti dikutip dalam video.
Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Maruf Cahyono mengaku pihaknya juga baru mengetahui ihwal Ki Sabdo melalui video yang beredar.
Kendati begitu, ia mengatakan bakal melakukan pengecekan mengapa Ki Sabdo bisa sampai masuk dan melakukan ritual tersebut.
“Ya tentu harus saya cek ya, kenapa bisa sampai ke situ. Untuk pelantikan sendiri, kami hanya mempersiapkan teknis pendukung persidangan, ilustrasi, serta substansinya,” kata Maruf.
Namun menurutnya, hal yang dilakukan Ki Sabdo merupakan semacam doa untuk kelancaran saat hari pelantikan.
Ia juga mengatakan, ritual Ki Sabdo bukan tindakan salah serta tak mengganggu persiapan acara pelantikan.
“Saya kira itu doa, biasa, tak mengganggu. Tapi nanti kami cek lagi. Kalau ada yang begituan saat acara pelantikan, ya mengganggu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.