Presiden Jokowi Ingin Indonesia Masuk 2 Besar di SEA Games 2019
Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia dapat masuk ke peringkat dua besar pada SEA Games 2019 di Filipina.
Presiden Joko Widodo/Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA--- Presiden Joko Widodo menyatakan masyarakat Indonesia harus berani memperkenalkan batik ke acara-acara internasional.
Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi dalam acara peringatan Hari Batik Nasional ke-10 di Puro Mangkunegaran, Kota Surakarta, Rabu, (2/10/2019). “Kita juga harus berani memperkenalkan batik ke acara-acara internasional dan menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia pada masyarakat dunia,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi bercerita pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, beberapa waktu lalu. Saat itu, Turnbull datang dengan mengenakan batik yang telah disiapkan oleh Ibu Negara Iriana. Presiden mengaku dibuat pangling dengan penampilan Turnbull itu.
“Saya pangling karena batiknya bagus sehingga betul-betul mengubah [gambaran] bahwa beliau bukan dari Australia, kelihatan dari Solo,” ucapnya.
Presiden juga sangat senang mendengar bahwa pelajaran soal batik diberikan dalam muatan lokal di sejumlah sekolah. Saat Presiden menanyakan hal tersebut kepada salah satu pelajar SMK yang hadir dalam acara tersebut, pelajar itu menyampaikan bahwa pelajaran membatik diberikan di sekolah sebanyak tiga kali dalam seminggu.
“Saya kira tiga kali sudah lebih dari cukup asal komitmen itu kita pegang terus sehingga komitmen untuk menjaga pengakuan Unesco yang menetapkan batik menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi betul-betul terus akan bisa kita pegang,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat menghadiri peringatan tersebut, Presiden Jokowi yang tampak mengenakan batik dengan motif tambal pamiluto turut membatik bersama ratusan pembatik lainnya.
Presiden sempat berbincang dengan para pembatik serta para pelajar yang ikut kegiatan tersebut. Selepas perbincangan, Kepala Negara tampak ikut membatik dengan menggunakan alat batik cap. Sementara itu, Iriana dan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah, tampak membatik menggunakan canting.
Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia sepuluh tahun lalu, perkembangan batik beserta aktivitas para perajinnya terus berkembang pesat di Indonesia. Batik juga semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan tampil dalam berbagai panggung fesyen kelas dunia serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat banyak.
“Melalui peringatan Hari Batik Nasional kali ini, kita meneguhkan kembali komitmen terhadap batik Indonesia, komitmen kita untuk membentuk generasi muda Indonesia yang sigap melestarikan batik,” kata Presiden.
Presiden mengatakan bahwa dibutuhkan kerja keras seluruh pihak untuk melestarikan batik. Menurutnya, sudah menjadi tugas bersama untuk mengupayakan pelestarian batik dengan salah satunya memperkenalkan warisan budaya asli Indonesia tersebut kepada generasi-generasi muda. Tak hanya itu, batik juga harus terus diperkenalkan kepada masyarakat internasional dalam tiap-tiap kesempatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia dapat masuk ke peringkat dua besar pada SEA Games 2019 di Filipina.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa