Kuota Nikel 2027 Dipangkas, Biaya Smelter Diprediksi Melonjak
Perhapi menilai pemangkasan kuota bijih nikel 2027 berisiko menaikkan harga bahan baku, biaya operasional smelter, dan menekan produksi.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pelajar STM di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019) hanya berlangsung beberapa menit. Mereka lantas dijemur polisi. /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com, JAKARTA-- Sejumlah pelajar berseragam putih abu-abu melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019). Aksi yang dilakukan oleh para pelajar STM hanya berlangsung beberapa menit.
Hal tersebut lantaran para pelajar itu tiba-tiba mengurai dan berakhir dengan penjemuran yang dilakukan polisi.
Entah penyebabnya apa hingga unjuk rasa tersebut malah mengurai ke jalan raya dan sempat menghentikan laju kendaraan roda empat maupun roda dua.
Petugas kepolisian lantas mengadang para pelajar itu, dan memerintahkan mereka duduk di atas trotoar.
"Kalian duduk semua! Kalian anak-anakku, polisi akan melindungi kalian," kata salah seorang petugas kepolisian.
Sembari dijemur, tas, ponsel dan identitas milik petugas diperiksa oleh pihak kepolisian. Hingga kekinian, belum ada tindakan lanjutan yang dilakukan kepolisian.
Di lain sisi, jalan raya dari arah Semanggi menuju Slipi ditutup sementara. Terlihat di dekat jembatan layang, petugas Brimob berjaga-jaga.
Puluhan pelajar laki-laki terlihat berkerumun di Gedung DPR-MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).
Rencananya hendak berunjuk rasa, mereka malah kocar-kacir ketika digiring petugas kepolisian untuk menjauhi Gedung DPR-MPR RI.
Pelajar-pelajar itu datang secara berkelompok dari arah Slipi. Sambil berjalan kaki dan mengenakan seragam pramuka, mereka tampak kebingungan.
"Iya ini mau demo. Kami enggak tahu jam berapa, lagi mencari teman-teman yang lain," kata Algi, salah satu pelajar yang mengaku datang dari Jakarta Utara.
Belum juga melakukan aksi demo, kehadiran mereka diketahui oleh petugas kepolisian yang sedang berjaga. "Jangan di sini, buat apa pelajar demo," kata salah seorang petugas kepolisian.
Tak dihiraukan, mereka bergerak menuju ke depan gerbang Gedung DPR-MPR RI. Namun, petugas kepolisian lainnya memberikan instruksi kepada pelajar-pelajar tersebut untuk bergerak menjauhi Gedung DPR-MPR RI.
Ada sebagian pelajar yang menuruti perintah anggota kepolisian tersebut. Akan tetapi ada juga yang curiga dengan instruksi tersebut.
Sampai akhirnya mereka malah berlarian dengan cara menyeberangi jalan tol ke arah Semanggi. Entah alasan apa mereka malah memilih untuk membubarkan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Perhapi menilai pemangkasan kuota bijih nikel 2027 berisiko menaikkan harga bahan baku, biaya operasional smelter, dan menekan produksi.
Presiden Como Mirwan Suwarso ingin membangun identitas permainan ala Barcelona dan menerapkan strategi perekrutan pemain seperti Brighton serta Brentford.
Honda Team Asia mendukung Veda Ega Pratama setelah mendapat penalti enam posisi start akibat pelanggaran bendera kuning di Moto3 Qatar.
Canva merestrukturisasi organisasi yang berdampak pada 1.271 karyawan. Simak paket pesangon, tunjangan, dan bantuan usaha yang disediakan.
Live viewing BTS ARIRANG hadir di CGV dan Cinépolis. Simak jadwal, harga tiket, serta daftar bioskop di berbagai kota, termasuk Jogja.
Singapura mencatat konsumsi minyak 93,63 barel per kapita pada 2025. Simak daftar 15 negara dan wilayah tertinggi.