Korban Pengeroyokan Kebon Bawang Sempat Diculik dan Disekap
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
ACT Mengirim bantuan logistik ke lokasi terdampak kabut asap. /iST-act.
Harianjogja.com, JAKARTA-- Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkah armada-armada kemanusiaan untuk meredam dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah terdampak. Semua armada disiapkan di Humanity Distribution Center (HDC) Gunung Sindur, Jawa Barat, untuk diberangkatkan.
Sejumlah armada kemanusiaan tersebut antara lain Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan logiatik tahap pertama. Selain itu, dalam waktu dekat ACT juga terus berikhtiar mengirimkan 1.000 ton bantuan pangan melalui Kapal Kemanusiaan.
Seratus ton bantuan logistik yang diberangkatkan melalui jalur darat hari ini di antaranya terdiri dari 20 ton beras, gula, air mineral, termasuk juga kebutuhan sanitasi dan obat-obatan. Selain itu, 100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan menuju Riau untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun layanan kesehatan.
Presiden ACT Ibnu Khajar menyatakan awal September, ACT telah merilis suatu kampenye dengan tema besar yaitu #IndonesiaDermawan. Tidak lama kemudian, sebuah permasalahan besar harus dihadapi masyarakat Indonesia, salah satunya bencana asap pekat di dua pulau terbesar Indonesia yaitu Sumatera dan Kalimantan. Kejadian ini menjadi momentum atas semangat dermawan yang digalakkan.
"Pengiriman bantuan pangan dan logistik dalam jumlah masif tidak terlepas dari dampak bencana kabut asap terhadap perekonomian warga dan aksi kami dalam #IndonesiaDermawan yang telah kami galakkan. Kondisi terkini, jarak pandang tidak lebih dari 20 meter, kami pun langsung mengirimkan bantuan kesehatan untuk para masyarakat terdampak. Relawan kami di lokasi melaporkan pula bahwa saat ini yang masih bertahan di dalam rumah ialah para warga rentan seperti lansia, para warga miskin yang tidak mempunyai biaya untuk menghindari asap, serta bayi," jelas Ibnu dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (23/9/2019).
Dengan kondisi yang ada, ACT meluncurkan pula gerakan #SayaPeduli dan
#BantuMerekaBernapas yang merupakan gerakan turunan dari #IndonesiaDermawan. “Gerakan ini merupakan bentuk konkret kepedulian ACT atas masyarakat yang menjadi korban bencana asap,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.